Pemerintah Pastikan Pelaku Usaha Siap Hadapi MEA

Sabtu, 02 Mei 2015 - 17:33 WIB
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Pelaku Usaha Siap Hadapi MEA
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa meminta pemerintah untuk memastikan pelaku usaha di Tanah Air siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menurut dia, pemerintah harus melakukan koordinasi dengan stakeholders dan pelaku usaha terlebih dahulu mengetahui kesiapan mereka. Pasalnya, dia mengingatkan, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel sempat menyatakan bahwa Indonesia belum siap menghadapi MEA 2015, sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan sebaliknya.

"Ini yang tidak boleh beda persepsi. Biar tidak beda seperti itu, saran saya, pemerintah memanggil semua stakeholder-nya dan pelaku usaha untuk dimintai data industrinya agar pemerintah bisa membaca siap atau tidaknya," ujar ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Dengan adanya diskusi tersebut, dia menuturkan, pemerintah bisa menganalisa dan memberikan opsi tepat mengenai apa yang seharusnya diusahakan oleh para pelaku usaha atau pelaku industri untuk menghadapi MEA.

"Ini kan sekarang tidak (ada persiapan). Pemerintah tidak pernah mengumpulkan pelaku usaha dan industri. Jadinya suka ada ketidaksinkronan pendapat soal MEA tersebut," pungkasnya.

Dia khawatir jika koordinasi tidak dilakukan, pelaku usaha justru nanti tidak siap menghadapi persaingan dengan negara ASEAN. Pasalnya, MEA akan memudahkan barang jasa dan tenaga kerja dari luar masuk ke Indonesia.

"Kalau orang Indonesia yang terima gaji otomatis mereka akan spending di Indonesia, kalau orang asing uangnya ke mana? Lalu kemudahan-kemudahan revisi soal bea masuk yang akan menguntungkan pihak luar itu harus dipertimbangkan," tutur dia.

Dia juga khawatir, masuknya produk-produk ASEAN ke Indonesia dan mendominasi pasar Indonesia berpotensi mengalahkan produk lokal. Terlebih lagi karena Indonesia masih membutuhkan barang impor untuk kelengkapan produksi.

"Kebijakan-kebijakan tentang kemudahan bea masuk barang dari luar negeri harusnya dikaji kembali. Kita memang membutuhkan barang impor untuk kelengkapan, tapi kalau dipermudah sekali akan jadi saingan barang domestik kita," tandasnya.

(Baca: Masyarakat Ekonomi ASEAN Jadi Beban Baru Bagi Buruh)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaet Mea Shahira, Eka...
Gaet Mea Shahira, Eka Winky Project Lahirkan Karya Baru
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025
Subholding Gas Pertamina,...
Subholding Gas Pertamina, MEA dan WLI Baku Gandeng Penuhi Kebutuhan Listrik 30 MW
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
4 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
5 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
6 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
7 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
8 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved