Emas Global Masih Meredup, Harga Emas Antam Jatuh
Senin, 04 Mei 2015 - 09:02 WIB
Emas Global Masih Meredup, Harga Emas Antam Jatuh
A
A
A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini jatuh Rp6.000 dan dan beli kembali (buyback) anjlok Rp5.000/gram. Penurunan ini seiring masih meredupnya harga emas global.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Senin (4/5/2015), harga jual emas perseroan dari Rp551.000/gram menjadi Rp545.000/gram. Sementara harga buyback emas perseroan dari Rp490.000/gram menjadi Rp485.000/gram.
Adapun harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.050.000, dengan harga per gram Rp525.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.557.000 dengan harga Rp519.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.064.000 dengan harga per gram Rp516.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.580.000 dengan harga per gram dihargai Rp516.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.110.000, dengan harga per gram Rp511.000.
Harga emas 25 gram Rp12.700.000 dengan harga per gram Rp508.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.350.000, dengan harga per gram Rp507.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp50.650.000, dengan harga per gram Rp506.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp126.500.000, dengan harga per gram Rp506.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp252.800.000, dengan harga per gram Rp505.600.
Sementara emas global masih bertahan di dekat level terendah dalam enam pekan karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) seiring tanda-tanda stabilisasi ekonomi AS dan kekhawatiran Federal Reserve akan segera menaikkan sku bunga.
Dikutip dari Reuters, spot emas berada di USD1.178,50/ons pada pukul 0042 GMT, tidak jauh dari posisi Jumat pekan lalu di USD1.170,20.
Logam mulia telah terkoreksi sekitar 2% pada tiga sesi perdagangan sejak Fed mengisyaratkan akan mencermati data ekonomi AS baru-baru ini dan akan tetap menaikkan suku bunganya tahun ini. Kondisi ekonomi yang kuat mengurangi daya tarik emas sebagai safe haven.
Data pada Jumat terus menunjukkan data ekonomi AS yang variatif. Sentimen konsumen naik tapi manufaktur dan konstruksi melemah. Meskipun ekonomi lesu, USD menguat. Sementara kepemilikan emas di SPDR Gold Trust naik 0,32% menjadi 741,75 ton pada hari Jumat pekan lalu.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Senin (4/5/2015), harga jual emas perseroan dari Rp551.000/gram menjadi Rp545.000/gram. Sementara harga buyback emas perseroan dari Rp490.000/gram menjadi Rp485.000/gram.
Adapun harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.050.000, dengan harga per gram Rp525.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.557.000 dengan harga Rp519.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.064.000 dengan harga per gram Rp516.000.
Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.580.000 dengan harga per gram dihargai Rp516.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.110.000, dengan harga per gram Rp511.000.
Harga emas 25 gram Rp12.700.000 dengan harga per gram Rp508.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.350.000, dengan harga per gram Rp507.000.
Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp50.650.000, dengan harga per gram Rp506.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp126.500.000, dengan harga per gram Rp506.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp252.800.000, dengan harga per gram Rp505.600.
Sementara emas global masih bertahan di dekat level terendah dalam enam pekan karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) seiring tanda-tanda stabilisasi ekonomi AS dan kekhawatiran Federal Reserve akan segera menaikkan sku bunga.
Dikutip dari Reuters, spot emas berada di USD1.178,50/ons pada pukul 0042 GMT, tidak jauh dari posisi Jumat pekan lalu di USD1.170,20.
Logam mulia telah terkoreksi sekitar 2% pada tiga sesi perdagangan sejak Fed mengisyaratkan akan mencermati data ekonomi AS baru-baru ini dan akan tetap menaikkan suku bunganya tahun ini. Kondisi ekonomi yang kuat mengurangi daya tarik emas sebagai safe haven.
Data pada Jumat terus menunjukkan data ekonomi AS yang variatif. Sentimen konsumen naik tapi manufaktur dan konstruksi melemah. Meskipun ekonomi lesu, USD menguat. Sementara kepemilikan emas di SPDR Gold Trust naik 0,32% menjadi 741,75 ton pada hari Jumat pekan lalu.
(rna)
Lihat Juga :