Evaluasi FTZ Batam Direspon Positif

Selasa, 05 Mei 2015 - 01:11 WIB
Evaluasi FTZ Batam Direspon...
Evaluasi FTZ Batam Direspon Positif
A A A
BATAM - Langkah Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mengevaluasi kinerja free trade zone (FTZ) Batam menuai respon positif, meski dari sudut pandang akademisi pemerintah tetap perlu berhati-hati dalam menyusun perubahan.

Ketua Pusat Kajian Regional Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan mengatakan FTZ Batam memang perlu dievaluasi mengingat kondisi selama ini masih menghadapi masalah biaya tinggi, belum kompetitif dan masalah kewenangan antar lembaga.

"Memang perlu dievaluasi (FTZ Batam). Tetapi arahnya bukan soal enclave atau tidak dan jangan terpaku pada FTZ, harus ada formulasi baru special economic zone (SEZ) yang bentuknya macam-macam selain FTZ," ujarnya di Batam, Senin (4/5/2015).

Menurutnya, jika Kemenko Perekonomian mengarahkan evaluasi FTZ dengan opsi enclave (wilayah tertentu) hanya akan mengulang penyusunan pada tahap awal yang juga memakai opsi tersebut. Sebelum disetujui menjadi FTZ menyeluruh pada 2007, opsi enclave menjadi perdebatan panjang antara DPR dan pemerintah.

Apalagi, lanjut Bambang, sejak awal penetapan FTZ sudah menyimpang dengan artian kawasan ini ditetapkan kawasan perdagangan bebas dengan situasi sudah ada penduduk. Sehingga pemerintah diminta cermat menjajaki model SEZ lain.

"Kalau masih terpaku dengan formulasi FTZ, tidak akan bisa berkreasi. Term FTZ dengan sudah berpenduduk juga tidak cocok," sambungnya.

Selain itu, dia juga melihat aturan khusus ketenagakerjaan yang muncul dipermukaan harusnya menjadi perhatian utama pemerintah. Lantaran masalah tersebut membuat daya saing kawasan ini menjadi rendah, karena berkaitan dengan produktivitas.

Sedangkan masalah Dewan Kawasan (DK) FTZ Batam Bintan Karimun juga menjadi masalah sejak awal. Menurut Bambang sudah seharusnya DK dijabat menteri untuk mensinkronkan regulasi lintas kementerian, yang selama ini banyak regulasi diterbitkan secara nasional tetapi berbenturan denga FTZ sehingga tidak efektif.

Langkah Kemenko Perekonomian yang juga akan memfokuskan enam sektor industri yang bernilai kompetitif tinggi dinilai tepat meski tetap perlu mengantisipasi kesiapan industri pendukung lokal.

"Konsep FTZ awalnya menarik investasi dari luar dengan harapan supporting industri lokal juga berkembang. Kesiapan dan keterlibatan industri lokal ini lebih penting karena selama ini investor hanya melihat kita daerah yang murah, kalau agak mahal, mereka pindah," tandas Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dua Kawasan Ekonomi...
Dua Kawasan Ekonomi Khusus Batam Beroperasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Batam Andalkan Olaharganya...
Batam Andalkan Olaharganya Tiger Woods untuk Dongkrak Ekonomi
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Kunjungi Batam
Pembukaan Perbatasan...
Pembukaan Perbatasan Batam-Singapura Dorong Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi
Ekonomi Batam 2023 Tumbuh...
Ekonomi Batam 2023 Tumbuh Melebihi Nasional, Berikut Faktor Penopangnya!
Berita Terkini
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
30 menit yang lalu
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
1 jam yang lalu
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
9 jam yang lalu
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
10 jam yang lalu
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
10 jam yang lalu
Infografis
Dampak Positif yang...
Dampak Positif yang Terjadi pada Tubuh setelah Berhenti Merokok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved