Waspadai Potensi Pelemahan IHSG, Cermati Saham Ini
Selasa, 05 Mei 2015 - 08:27 WIB
Waspadai Potensi Pelemahan IHSG, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melanjutkan kenaikan, namun waspadai potensi pembalikan arah melemah.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penguatan kemarin untuk sementara masih bersifat technical rebound, sehingga masih dimungkinkan terjadinya pelemahan sewaktu-waktu.
"Meski berharap kenaikan ini dapat berlanjut, namun tetap cermati dan waspadai potensi pembalikan arah melemah pada IHSG," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/4/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.000-5.095 dan resisten 5.165-5.182. Laju IHSG sempat melampaui area target resisten 5.105-5.150 dan juga mampu bertahan di atas area target support 4.995-5.000.
IHSG kali ini mengawali pekan ini mampu bergerak positif. Pelaku pasar, terutama asing mencoba menampung barang di bawah (bottom fishing) terhadap saham-saham yang telah mengalami pelemahan sebelumnya.
Padahal secara total, asing-asing ini masih mencatatkan nett sell, namun mereka mampu memanfaatkan kepanikan di pasar untuk mengambil harga di bawah. Sebut saja, BMRI, UNTR, MPPA, BBTN, dan lainnya termasuk saham-saham yang telah mencatatkan nett buy asing pasca kejatuhan di pekan sebelumnya.
Adanya aksi beli kembali mampu membuat IHSG mengalami kenaikan, ditambah dengan investor lokal yang biasanya mengekor turut menambah daya dorong IHSG untuk berada di zona hijaunya.
Di sisi lain, rilis inflasi yang dianggap cukup stabil dan masih dalam perkiraan pasar turut direspon positif. Akan tetapi, penguatan IHSG juga terhambat oleh sentimen kembali melemahnya laju rupiah di awal pekna ini.
Investor asing kembali mencatatkan nett sell dari net sell Rp1,32 trilun menjadi net sell Rp18 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp10.650-Rp11.500. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp11.100.
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp42.550-Rp44.250. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp42.900.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp2.900-Rp3.225. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.100.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.945-Rp4.125. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.040.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp21.075-Rp22.950. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp22.750.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.500-Rp1.725. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp1.600.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penguatan kemarin untuk sementara masih bersifat technical rebound, sehingga masih dimungkinkan terjadinya pelemahan sewaktu-waktu.
"Meski berharap kenaikan ini dapat berlanjut, namun tetap cermati dan waspadai potensi pembalikan arah melemah pada IHSG," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/4/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.000-5.095 dan resisten 5.165-5.182. Laju IHSG sempat melampaui area target resisten 5.105-5.150 dan juga mampu bertahan di atas area target support 4.995-5.000.
IHSG kali ini mengawali pekan ini mampu bergerak positif. Pelaku pasar, terutama asing mencoba menampung barang di bawah (bottom fishing) terhadap saham-saham yang telah mengalami pelemahan sebelumnya.
Padahal secara total, asing-asing ini masih mencatatkan nett sell, namun mereka mampu memanfaatkan kepanikan di pasar untuk mengambil harga di bawah. Sebut saja, BMRI, UNTR, MPPA, BBTN, dan lainnya termasuk saham-saham yang telah mencatatkan nett buy asing pasca kejatuhan di pekan sebelumnya.
Adanya aksi beli kembali mampu membuat IHSG mengalami kenaikan, ditambah dengan investor lokal yang biasanya mengekor turut menambah daya dorong IHSG untuk berada di zona hijaunya.
Di sisi lain, rilis inflasi yang dianggap cukup stabil dan masih dalam perkiraan pasar turut direspon positif. Akan tetapi, penguatan IHSG juga terhambat oleh sentimen kembali melemahnya laju rupiah di awal pekna ini.
Investor asing kembali mencatatkan nett sell dari net sell Rp1,32 trilun menjadi net sell Rp18 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp10.650-Rp11.500. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp11.100.
PT Unilever Tbk (UNVR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp42.550-Rp44.250. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp42.900.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp2.900-Rp3.225. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.100.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.945-Rp4.125. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp4.040.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp21.075-Rp22.950. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp22.750.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.500-Rp1.725. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp1.600.
(rna)
Lihat Juga :