Masinis Deutsche Bahn Mogok Kerja

Selasa, 05 Mei 2015 - 10:14 WIB
Masinis Deutsche Bahn...
Masinis Deutsche Bahn Mogok Kerja
A A A
BERLIN - Serikat buruh masinis kereta GDL asal Jerman menyerukan mogok kerja tujuh hari, yang dimulai sejak kemarin untuk kereta barang dan hari ini untuk kereta penumpang.

Mogok kerja dilakukan karena para masinis menuntut kenaikan gaji dan perbaikan hak kepada Deutsche Bahn. Mogok kerja ini merupakan yang kedelapan kali dilakukan. Mogok kerja dimulai kemarin pukul 3 sore waktu setempat untuk kereta barang dan pukul 2 pagi hari ini untuk kereta penumpang. GDL menuntut kenaikan gaji 5% dan pekerjaan pekanan dikurangi menjadi 37 jam dari 39 jam.

GDL juga menginginkan hak untuk negosiasi bagi pegawai lainnya, termasuk pelayan kereta. Mogok kerja akan dilakukan hingga Minggu (10/5) pukul 9 pagi. ”GDL tidak memiliki pilihan selain menyerukan anggotanya melakukan mogok kerja,” ujar pemimpin GDL Claus Weselsky, dikutip kantor berita Reuters.

Deutsche Bahn menyatakan, ”Mogok kerja ini tidak perlu dilakukan. Serikat buruh GDL mengakibatkan kekacauan tidak hanya pada para penumpang kereta, Deutsche Bahn dan pegawainya, tapi juga ekonomi Jerman.” Mogok kerja sebelumnya digelar tahun lalu dan bulan lalu yang mempengaruhi jutaan orang penumpang kereta di penjuru Jerman. Aksi itu juga memukul sejumlah industri yang tergantung pada kereta barang, seperti industri otomotif, perusahaan bahan kimia, dan produsen baja.

GDL dengan 20.000 anggota dan perusahaan kereta yang memiliki 200.000 pegawai saling menyalahkan atas kegagalan perundingan yang memicu mogok kerja. Jerman sangat tergantung pada jaringan kereta yang mengangkut sekitar 5,5 juta penumpang per hari. Deutsche Bahn juga mengelolasekitarseperlimakargodi Jerman atau lebih dari 620.000 ton per hari. Sejumlah lembaga memperingatkan, mogok kerja dapat merugikan per-usahaan hingga 100 juta euro per hari.

Mogok kerja yang dilakukan selama 43 jam bulan lalu mengakibatkan pembatalan dua per tiga kereta jarak jauh Jerman. Sementara itu, indeks saham Jerman menguat pada awal perdagangan kemarin, setelah survei menunjukkan manufaktur Jerman terus tumbuh. Indeks manajer pembelian (purchasing manager’s index/- PMI) Markit untuk manufaktur yang mencakup sekitar seperlima ekonomi Jerman, turun menjadi 52,1 dari 52,8 pada Maret.

Meski demikian, PMI tetap di atas 50 yang menunjukkan pertumbuhan untuk bulan kelimaberturut- turut. Dataakhirini melebihi proyeksi awal 51,9. ”Data Jerman menunjukkan aktivitas manufaktur tetap tumbuh dan kekhawatiran penguatan euro akan mengganggu perusahaan-perusahaan Jerman jelas tidak terbukti.

Pertumbuhan ekonomi Jerman tetap solid dan memberi dukungan pada bursa saham,” kata Christian Stocker, strategis di UniCredit. ”Saya pikir mayoritas analis akan merevisi proyeksi laba mereka pada 2015- 2016 lebih tinggi selama enam bulanmendatang.” Indeks saham DAX Jerman naik 0,8% pada awal perdagangan kemarin.

Syarifudin
(bhr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
16 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
18 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
21 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
22 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved