RI Tak Punya Lembaga Pembiayaan Infrastruktur

Selasa, 05 Mei 2015 - 12:04 WIB
RI Tak Punya Lembaga...
RI Tak Punya Lembaga Pembiayaan Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Airlangga Hartanto mengungkapkan, bahwa dalam dua dekade Indonesia tidak memiliki lembaga pembiayaan khusus industri. Lembaga tersebut sejak 1998 sudah dimatikan dan dilebur ke dalam perbankan nasional.

"Sejak 1998 kita tak punya long term financing baik industri maupun infrastruktur. Sudah hampir dua dekade dari pembiayaan jangka panjang," ucapnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).‎

Menurutnya, seluruh negara maju memiliki lembaga pembiayaan untuk industri. Misalnya Jepang dengan Japan Bank for International Cooperation, Jerman melalui Bank Pembangunan Jerman (KFW), dan negara sekelas Amerika Serikat (AS) pun masih memiliki lembaga pembiayaan untuk industri.‎ "Dengan adanya bank industri, maka industri akan bisa tumbuh," imbuh dia.

Menurutnya, pembiayaan untuk industri adalah pembiayaan jangka panjang. Tidak ada satupun industri di dunia ini yang bisa tumbuh kurang dari lima tahun. ‎

Kebutuhan pembiayaan jangka panjang tersebut, sambung Airlangga, tidak mungkin dibiayai melalui skema bank umum. Sebab, bank umum dibatasi Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).

"Bank umum tidak jangka panjang, berdasarkan deposito 90% kurang setahun. Sedangkan proyek infrastruktur dan manufaktur 6-7 tahun. Sebab itu, Indonesia kini untuk bangun industri mau tidak mau harus dengan pembiayaan asing," jelasnya.

Melihat hal tersebut, pihaknya menginisiasi lahirnya UU No 3/2014 yang mengamanatkan dibentuknya lembaga pembangunan pembiayaan industri.

"Ini yang membuat pembuatan UU No 3/2014, saya salah satu yang membidangi memasukkan pembiayaan industri seperti membangun pembiayaan ekspor, karena kalau mengandalkan struktur UU Perbankan OJK maupun BI tidak mungkin lahir," tandas dia.‎

Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri non migas pada 2015 mencapai 6,9%. Kemudian pada 2020 menjadi 8,73% dan naik 9,53% pada 2025.‎
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
1 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
1 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
1 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
2 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
2 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved