RI Harus Agresif Ekspor ke Timur Tengah

Selasa, 05 Mei 2015 - 18:24 WIB
RI Harus Agresif Ekspor...
RI Harus Agresif Ekspor ke Timur Tengah
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, Indonesia harus lebih agresif dalam menciptakan perdagangan ekspor ke negara-negara non tradisional selain ke China dan Eropa, seperti Turki, Timur Tengah, Iran dan India.

Hal tersebut karena mitra dagang ekspor Indonesia seperti China dan Eropa sedang melambat. "Ekspor kita harus lebih agresif ke negara non tradisional tersebut, karena di negara seperti Turki, India, Timur Tengah dan Iran, market share kita masih kecil. Kemudian, melemahnya permintaan ini secara over all karena penurunan permintaan. Menurut IMF seluruh negara berkembang melambat," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Sofyan mengatakan, pasar yang market share-nya lebih kecil selama ini, akan berusaha didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kuartal II-IV.

"Kemudian, kita percepat juga anggaran bulan ini. Pak Jokowi juga akan ke lapangan untuk dorong investasi agar dipercepat. Ini kita rapatkan, melihat one by one untuk diamati, apa hambatannya agar realisasi investasi pemerintah naik," imbuh dia.

Selain itu, konsumsi rumah tangga juga akan tumbuh, walau tidak setinggi tahun lalu. Begitu, realiasi anggaran pemrintah akan menginjeksi dana ke masyarakat. Itu akan meningkatkan kembali pertumbuhan konsumsi. Menurut Sofyan, melihat kondisi itu tentunya tidak terlalu mengkhawatirkan.

Sementara untuk ekspor terjadi pelemahan, tapi ada ruang untuk mencari pasar di luar pasar tradisional. "Minggu ke-2 saya akan ke Iran, ngecek, kenapa ekspor ke Iran rendah sekali. Kemudian kita akan adakan perjanjian partnership dengan Eropa, Turki agar reaktif kembali. Maka pertumbuhan di kuartal I yang 4,71% kami sudah rasakan di pemerintah, dan itu tentunya menjadi hal yang harus kita perbaiki," pungkas Sofyan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
35 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved