BPS: Angkatan Kerja di Jateng Didominasi Lulusan SD

Selasa, 05 Mei 2015 - 23:08 WIB
BPS: Angkatan Kerja...
BPS: Angkatan Kerja di Jateng Didominasi Lulusan SD
A A A
SEMARANG - Angkatan kerja lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah masih mendominasi pekerja di Jawa Tengah (Jateng). Rata-rata mereka berkerja sebagai buruh dan karyawan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, pekerja di Jawa Tengah yang merupakan lulusan SD ke bawah mencapai 9,39 juta orang (54,19%). Disusul jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sekitar 3,45 juta orang (19,91%).

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jateng, Jam Jam Zamachsyari mengatakan, dari jumlah angkatan kerja yang ada paling besar adalah sebagai buruh atau karyawan, sebesar 6,09 juta orang (35,13%). Pemilik usaha sendiri sebanyak 3,03 juta orang (17,47%) dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sejumlah 3,01 juta orang (17,41%).

Jam jam menyebutkan, jumlah angkatan kerja di Jateng pada Februari 2015 sebesar 18,29 juta orang, bertambah sekitar 576 ribu orang dibanding angkatan kerja Februari 2014, sebesar 17,72 juta dan bertambah 746 ribu orang, jika dibanding Agustus 2014 mencapai 17,55 juta orang.

“Jumlah penduduk yang bekerja di Jateng pada Februari 2015 sebesar 17,32 juta orang, bertambah sekitar 571 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2014 sebesar 16,75 juta orang,” terangnya, Selasa (5/5/2015).

Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jateng pada Februari 2015 mencapai 5,31% mengalami penurunan sebesar 0,14% dibanding TPT Februari 2014 dengan nilai TPT sebesar 5,45%,” ujarnya.

Setahun terakhir (Februari 2014-Februari 2015), kata Jam jam, sektor pertanian, perdagangan, industri dan sektor jasa secara berurutan menjadi penampung terbesar tenaga kerja sebesar 86,68% pada Februari 2015.

Sektor perdagangan mengalami peningkatan jumlah pekerja paling besar, yakni mencapai 290 ribu orang (7,78%), sektor Pertanian jumlah pekerjanya bertambah sebesar 198 ribu orang (3,81%), dan sektor jasa jumlah pekerjanya bertambah sebesar 140 ribu orang (6,51%).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi mengakui, masih banyak pekerja yang hanya lulusan SD membuat mereka kurang memiliki kompetensi.

Apindo mendorong para pekerja memiliki sertifikasi kompetensi di bidangnya. Melalui hal ini tidak akan sulit seseorang mendapatkan pekerjaan. "Sekarang ini kadang para pekerja menganggap karena sudah bekerja mereka sudah mahir. Tapi, tanpa adanya sertifikasi tetap saja dianggap pekerja biasa,” paparnya.

Terlebih, menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA), dipastikan hanya mereka yang memiliki kompetensi yang akan mampu bersaing dengan pekerja dari luar.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan...
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi di Jawa Tengah
Menko Airlangga Dorong...
Menko Airlangga Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah
Lantik Pengurus DPW...
Lantik Pengurus DPW Jateng, Kawendra Ingatkan Kebermanfaatan Gekrafs bagi Pelaku Ekraf
Program Infrastruktur...
Program Infrastruktur Gubernur Jawa Tengah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Dorong Ekonomi Syariah,...
Dorong Ekonomi Syariah, Ganjar Lakukan 4 Hal Ini di Jawa Tengah
Berita Terkini
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
42 menit yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
1 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
2 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
13 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved