Pertumbuhan Ekonomi Paruh II Diproyeksi Menggeliat

Rabu, 06 Mei 2015 - 11:41 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Paruh II Diproyeksi Menggeliat
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperoyeksi akan menggeliat pada paruh II tahun ini, meski mengalami pelemahan pada kuartal I/2015.

CEO Indosterling Capital William Henley mengatakan, optimisme itu dilandasi upaya pemerintah untuk menggerakkan perekonomian domestik dan memperlancar belanja pemerintah. Kedua komponen tersebut selama ini merupakan penyangga utama perekonomian Indonesia.

“Anggaran negara memang belum terserap dengan baik, namun Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan percepatan penyerapan anggaran, sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya,” kata dia, Rabu (6/5/2015).

Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2015 sebesar 4,71%, melemah dibandingkan pencapaian pada periode yang sama 2014 sebesar 5,14%.

“Hampir seluruh komponen PDB mengalami pertumbuhan yang negatif. Hanya komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mengalami pertumbuhan hingga 0,11% jika dibandingkan kuartal sebelumnya,” jelas William.

Dia menuturkan, pengeluaran konsumsi rumah tangga memberikan dorongan besar karena mengalami pertumbuhan hingga 2,75%. Pengeluaran konsumsi pemerintah hanya memberikan sumbangan 0,14%.

Sementara ekspor dan impor barang dan jasa mengalami kontraksi masing-masing 0,13% dan 0,51%. Namun demikian, dengan pelemahan rupiah dan masih anjloknya harga komoditas, diperkirakan daya beli masyarakat akan berkurang.

“Jika belanja pemerintah mengalami pertumbuhan yang signifikan, maka akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, belanja pemerintah dan investasi memang belum memberikan sumbangan yang berarti pada kuartal I/2015. Hal ini disebabkan karena perlambatan dalam proses APBN, setelah terjadinya transisi pemerintahan.

Dari faktor eksternal, Indonesia tidak bisa terlalu banyak berharap. Menurut sejumlah analisa, pertumbuhan ekonomi global masih akan mengalami kelesuan sepanjang tahun ini.

Bank Dunia dalam proyeksi terbarunya memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan mencapai 3% pada 2015, lebih rendah dari perkiraan semula 3,4%.

Menurunya, dengan kelesuan perekonomian global yang jauh dari jangkau Indonesia, maka yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan berupaya menggenjot perekonomian domestik sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved