Baik dan Buruk Ekonomi Kuartal I Versi JK
Kamis, 07 Mei 2015 - 12:04 WIB
Baik dan Buruk Ekonomi Kuartal I Versi JK
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyatakan, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I melambat menjadi 4,71% dibanding periode yang sama tahun lalu di atas 5% menjadi berita buruk di Tanah Air, namun masih lebih baik jika dibanding negara tetangga.
Buruknya, dia menjelaskan, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tiga bulan pertama tahun ini berada di bawah target. Kendati demikian, baiknya bahwa pertumbuhan tersebut di atas pertumbuhan ekonomi beberapa negara lain di ASEAN. (Baca: Ekonomi Melambat Jadi Alarm Pemerintah)
"Ini situasi kita dan harus dibicarakan secara bersama-sama karena kita ingin tumbuh lebih baik. Tidak ada yang mengharapkan pertumbuhan rendah," ujarnya di sela acara IIF Asia Summit di Jakarta, Kamis (7/5/2015).
JK menyampaikan, pertumbuhan perekonomian di kawasan Asia secara keseluruhan melambat karena adanya ketergantungan satu negara dengan lainnya.
"Situasi di Eropa dan AS berpengaruh di negara kita. Ada beberapa yang terjadi di perekonomian Indonesia dan negara lain yang tumbuh rendah," jelas JK.
Selain itu, JK menjelaskan, faktor lainnya yang membuat perekonomian melambat adalah mayoritas ekspor berasal dari komoditi mineral, sedangkan harganya saat inisedang lesu.
"Pertama, negara kita ekspor berasal dari komoditi mineral sementara sekarang lagi turun harganya. Ada satu regulasi kita yg diberlakukan di awal tahun ini, kita tidak bisa lagi mengekspor bahan mentah mineral," pungkasnya.
(Baca: JK Optimistis Ekonomi Kuartal II Tumbuh di Atas 5%)
Buruknya, dia menjelaskan, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tiga bulan pertama tahun ini berada di bawah target. Kendati demikian, baiknya bahwa pertumbuhan tersebut di atas pertumbuhan ekonomi beberapa negara lain di ASEAN. (Baca: Ekonomi Melambat Jadi Alarm Pemerintah)
"Ini situasi kita dan harus dibicarakan secara bersama-sama karena kita ingin tumbuh lebih baik. Tidak ada yang mengharapkan pertumbuhan rendah," ujarnya di sela acara IIF Asia Summit di Jakarta, Kamis (7/5/2015).
JK menyampaikan, pertumbuhan perekonomian di kawasan Asia secara keseluruhan melambat karena adanya ketergantungan satu negara dengan lainnya.
"Situasi di Eropa dan AS berpengaruh di negara kita. Ada beberapa yang terjadi di perekonomian Indonesia dan negara lain yang tumbuh rendah," jelas JK.
Selain itu, JK menjelaskan, faktor lainnya yang membuat perekonomian melambat adalah mayoritas ekspor berasal dari komoditi mineral, sedangkan harganya saat inisedang lesu.
"Pertama, negara kita ekspor berasal dari komoditi mineral sementara sekarang lagi turun harganya. Ada satu regulasi kita yg diberlakukan di awal tahun ini, kita tidak bisa lagi mengekspor bahan mentah mineral," pungkasnya.
(Baca: JK Optimistis Ekonomi Kuartal II Tumbuh di Atas 5%)
(rna)
Lihat Juga :