Rupiah Diprediksi Masih Akan Terkena Koreksi Lanjutan
Jum'at, 08 Mei 2015 - 08:39 WIB
Rupiah Diprediksi Masih Akan Terkena Koreksi Lanjutan
A
A
A
JAKARTA - Rupiah pada hari ini diprediksi masih akan terkena koreksi lanjutan karena melonjaknya dolar Amerika Serikat (USD).
"Kondisi global yang membuat laju USD melonjak memberikan sentimen negatif bagi rupiah, sehingga mengakibatkan pelemahan lanjutan. Tetap cermati sentimen-sentimen yang ada dan potensi pelemahan lanjutan jika ada," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (8/5/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.055-Rp13.080/USD.
Posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.065/USD, memburuk 15 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.040/USD.
Reza menjelaskan, koreksi itu karena masih adanya imbas dari rilis data pertumbuhan PDB Indonesia yang melambat dan seiring dengan berbalik naiknya USD pasca merespon pidato The Fed.
"Yang mengatakan bahwa suku bunga AS dalam jangka panjang dapat naik seiring langkah AS yang akan menormalisasikan kebijakan moneternya memberikan sentimen negatif bagi rupiah," jelas Reza.
"Kondisi global yang membuat laju USD melonjak memberikan sentimen negatif bagi rupiah, sehingga mengakibatkan pelemahan lanjutan. Tetap cermati sentimen-sentimen yang ada dan potensi pelemahan lanjutan jika ada," kata Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (8/5/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.055-Rp13.080/USD.
Posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.065/USD, memburuk 15 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.040/USD.
Reza menjelaskan, koreksi itu karena masih adanya imbas dari rilis data pertumbuhan PDB Indonesia yang melambat dan seiring dengan berbalik naiknya USD pasca merespon pidato The Fed.
"Yang mengatakan bahwa suku bunga AS dalam jangka panjang dapat naik seiring langkah AS yang akan menormalisasikan kebijakan moneternya memberikan sentimen negatif bagi rupiah," jelas Reza.
(rna)