Pertumbuhan Uang Beredar Maret Tembus Rp4.246 T
Sabtu, 09 Mei 2015 - 07:01 WIB
Pertumbuhan Uang Beredar Maret Tembus Rp4.246 T
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengumumkan pertumbuhan uang beredar (M2) pada Maret 2015 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp4.246,3 triliun. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi operasi keuangan pemerintah pusat (Pempus).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara mengatakan, kegiatan operasi keuangan Pempus tersebut mencatat ekspansi yang tercermin pada tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang tumbuh 38,2% (yoy) dari 20,1% (yoy) pada bulan sebelumnya.
"Ekspansi Pempus tersebut antara lain berupa belanja subsidi dan pembayaran dana bagi hasil yang terealisasi pada Maret 2015," ujar Tirta di Jakarta, Jumat (8/5/2015).
Dia melanjutkan, posisi uang beredar tercatat sebesar Rp4.246,3 triliun, atau tumbuh 16,3% (yoy), naik dibanding pertumbuhan pada Februari 2015 (16,0%;yoy). Menurutnya, pertumbuhan tersebut bersumber dari komponen uang sempit (M1) yang tercatat sebesar Rp957,6 triliun, atau tumbuh 12,2% (yoy) dari 11,2% (yoy) pada Februari 2015.
"Uang kuasi tercatat sebesar Rp3.275,4 triliun pada akhir Maret 2015, tumbuh relatif stabil pada 17,6% (yoy)," paparnya.
Sementara itu, simpanan masyarakat di bank atau Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2015 tercatat sebesar Rp4.105,2 triliun, atau tumbuh meningkat dari 15,4% (yoy) menjadi 16,3% (yoy).
Dia mengungkapkan, peningkatan tersebut terutama bersumber dari giro dan tabungan yang masing-masing tercatat Rp901,1 triliun dan Rp1.216,2 triliun atau tumbuh 19,0% dan 4,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Februari 2015 (11,5% dan 3,8% yoy).
"Sedangkan simpanan dalam bentuk deposito tercatat sebesar Rp1.987,9 triliun atau tumbuh melambat dari 26,1% (yoy) menjadi 23,9% (yoy)," jelasnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara mengatakan, kegiatan operasi keuangan Pempus tersebut mencatat ekspansi yang tercermin pada tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang tumbuh 38,2% (yoy) dari 20,1% (yoy) pada bulan sebelumnya.
"Ekspansi Pempus tersebut antara lain berupa belanja subsidi dan pembayaran dana bagi hasil yang terealisasi pada Maret 2015," ujar Tirta di Jakarta, Jumat (8/5/2015).
Dia melanjutkan, posisi uang beredar tercatat sebesar Rp4.246,3 triliun, atau tumbuh 16,3% (yoy), naik dibanding pertumbuhan pada Februari 2015 (16,0%;yoy). Menurutnya, pertumbuhan tersebut bersumber dari komponen uang sempit (M1) yang tercatat sebesar Rp957,6 triliun, atau tumbuh 12,2% (yoy) dari 11,2% (yoy) pada Februari 2015.
"Uang kuasi tercatat sebesar Rp3.275,4 triliun pada akhir Maret 2015, tumbuh relatif stabil pada 17,6% (yoy)," paparnya.
Sementara itu, simpanan masyarakat di bank atau Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2015 tercatat sebesar Rp4.105,2 triliun, atau tumbuh meningkat dari 15,4% (yoy) menjadi 16,3% (yoy).
Dia mengungkapkan, peningkatan tersebut terutama bersumber dari giro dan tabungan yang masing-masing tercatat Rp901,1 triliun dan Rp1.216,2 triliun atau tumbuh 19,0% dan 4,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Februari 2015 (11,5% dan 3,8% yoy).
"Sedangkan simpanan dalam bentuk deposito tercatat sebesar Rp1.987,9 triliun atau tumbuh melambat dari 26,1% (yoy) menjadi 23,9% (yoy)," jelasnya.
(dmd)
Lihat Juga :