Negara Ini Sudah Lebih Dulu Jadi Observer OPEC
Minggu, 10 Mei 2015 - 17:01 WIB
Negara Ini Sudah Lebih Dulu Jadi Observer OPEC
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki rencana untuk bergabung kembali dengan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) sebagai tim peninjau (observer). Sebelum Indonesia, ternyata terdapat beberapa negara yang sudah lebih dulu menjadi observer OPEC.
Mantan Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman mengungkapkan, organisasi negara pengekspor minyak tersebut memang biasa mengundang beberapa negara sebagai observer. Beberapa negara seperti, Rusia, Bahrain, dan Meksiko pernah menjadi tim observer OPEC.
"Ada dalam beberapa sidang-sidang, OPEC itu mengundang negara sebagai observer. Misalnya Rusia, Bahrain, Meksiko. Negara penghasil minyak tp bukan pengimpor," ucapnya saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Minggu (10/5/2015).
Menurutnya, sebagai observer, Indonesia hanya bisa menghadiri sidang umum OPEC yang terbuka. Sementara sidang OPEC yang tertutup hanya bisa dihadiri oleh anggota penuh OPEC.
"Sidang tertutup itu menentukan strategi OPEC dalam menghadapi situasi pasar minyak dunia. Sedangkan sidang terbuka itu pembukaan dan juga biasanya menteri observer juga diminta memberikan pernyataan," imbuh dia.
Selain meningkatkan posisi tawar Indonesia, sambung Maizar, bergabungnya Indonesia sebagai observer OPEC juga bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi ke Indonesia dan membidik negara tujuan ekspor baru.
"Kan negara OPEC itu yang punya simpanan dana sangat besar, jumlahnya triliun dolar. Kita kan bisa mengusahakan, mengundang mereka investasi ke Indonesia. Kita juga bisa menggalakkan ekspor kita ke negara anggota dengan kedekatan itu," pungkasnya.
Mantan Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman mengungkapkan, organisasi negara pengekspor minyak tersebut memang biasa mengundang beberapa negara sebagai observer. Beberapa negara seperti, Rusia, Bahrain, dan Meksiko pernah menjadi tim observer OPEC.
"Ada dalam beberapa sidang-sidang, OPEC itu mengundang negara sebagai observer. Misalnya Rusia, Bahrain, Meksiko. Negara penghasil minyak tp bukan pengimpor," ucapnya saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Minggu (10/5/2015).
Menurutnya, sebagai observer, Indonesia hanya bisa menghadiri sidang umum OPEC yang terbuka. Sementara sidang OPEC yang tertutup hanya bisa dihadiri oleh anggota penuh OPEC.
"Sidang tertutup itu menentukan strategi OPEC dalam menghadapi situasi pasar minyak dunia. Sedangkan sidang terbuka itu pembukaan dan juga biasanya menteri observer juga diminta memberikan pernyataan," imbuh dia.
Selain meningkatkan posisi tawar Indonesia, sambung Maizar, bergabungnya Indonesia sebagai observer OPEC juga bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi ke Indonesia dan membidik negara tujuan ekspor baru.
"Kan negara OPEC itu yang punya simpanan dana sangat besar, jumlahnya triliun dolar. Kita kan bisa mengusahakan, mengundang mereka investasi ke Indonesia. Kita juga bisa menggalakkan ekspor kita ke negara anggota dengan kedekatan itu," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :