Era Industri 4.0, Antara Ancaman 30% Pekerjaan Digantikan Robot dan Peluang
Selasa, 14 Juli 2020 - 12:47 WIB
"Kita harus paham di sini ada dua hal penting yang diperlukan oleh sumber daya manusia (SDM), yaitu SDM yang skill-nya mempunyai kapasitas di bidang pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, manajemen SDM, kemampuan berkoordinasi, kemampuan emosional, pengambilan keputusan, berorientasi pelayanan, negosiasi, berpikir cepat dan adaptif," papar Retno.
(Baca Juga: Penerapan Industri 4.0 Gairahkan Manufaktur di Era New Normal )
Lanjut ia mengatakan, untuk hard skill yang harus dimiliki adalah kompetensi di bidang teknologi informasi dan matematika, arsitek, insinyur, dokter. Peluang kerja di masa depan yang dapat ditangkap dengan kemampuan di atas adalah pekerjaan yang berorientasi pada teknologi informasi, kesehatan, profesional, kreatif atau seni, pengajar, konstruksi dan manajer.
"Ini semua juga pastinya memerlukan pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kompetensinya, di mana ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari pemerintah maupun dari swasta, dan dari masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi industri 4.0," pungkas Retno.
(Baca Juga: Penerapan Industri 4.0 Gairahkan Manufaktur di Era New Normal )
Lanjut ia mengatakan, untuk hard skill yang harus dimiliki adalah kompetensi di bidang teknologi informasi dan matematika, arsitek, insinyur, dokter. Peluang kerja di masa depan yang dapat ditangkap dengan kemampuan di atas adalah pekerjaan yang berorientasi pada teknologi informasi, kesehatan, profesional, kreatif atau seni, pengajar, konstruksi dan manajer.
"Ini semua juga pastinya memerlukan pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kompetensinya, di mana ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari pemerintah maupun dari swasta, dan dari masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi industri 4.0," pungkas Retno.
(akr)
Lihat Juga :