Link and Match Vokasi-DUDI, Forum Pengarah Vokasi Dibentuk
Selasa, 14 Juli 2020 - 18:41 WIB
Lalu untuk dengan sektor seperti pertanian, Dirjen Wikan mensimulasikan dua kemungkinan, apabila berkaitan dengan teknologi rekayasa, maka itu masuk ke teknologi, kemudian untuk pengolahan produk pertaniannya itu bisa masuk ke industri kreatif. “Lalu bidang ekonomi masuk ke mana? Untuk ekonomi, semuanya bisa masuk. Empat sektor itu tidak kaku,” tegasnya.
Tahun ini Kemendikbud menargetkan sekitar 200 Prodi perguruan tinggi (PT) Vokasi dapat menikah dengan DUDI sesuai dengan 9 paket pernikahan yang telah disusun. PT Vokasi ini sendiri ditargetkan tidak hanya menikah dengan industri besar nasional dan daerah, tetapi juga akan dinikahkan dengan UMKM dan Pemerintah Daerah, NGO, Komunitas, dan berbagai user pengguna lulusan Pendidikan Vokasi lainnya.
Wikan menjelaskan, dalam minggu ini Kemendikbud juga akan melakukan MoU dengan berbagai industry dari BUMN, asosiasi, serta Himpunan Kawasan Industri (HKI). “Khusus untuk HKI, itu ada 96 HKI yang masing-masing kawasannya punya puluhan hingga ratusan industri di dalamnya. Bisa dibayangkan ada berapa banyak industri yang ada di dalamnya, dan itu mau MoU dengan Kemendikbud,” tegasnya.
Tahun ini Kemendikbud menargetkan sekitar 200 Prodi perguruan tinggi (PT) Vokasi dapat menikah dengan DUDI sesuai dengan 9 paket pernikahan yang telah disusun. PT Vokasi ini sendiri ditargetkan tidak hanya menikah dengan industri besar nasional dan daerah, tetapi juga akan dinikahkan dengan UMKM dan Pemerintah Daerah, NGO, Komunitas, dan berbagai user pengguna lulusan Pendidikan Vokasi lainnya.
Wikan menjelaskan, dalam minggu ini Kemendikbud juga akan melakukan MoU dengan berbagai industry dari BUMN, asosiasi, serta Himpunan Kawasan Industri (HKI). “Khusus untuk HKI, itu ada 96 HKI yang masing-masing kawasannya punya puluhan hingga ratusan industri di dalamnya. Bisa dibayangkan ada berapa banyak industri yang ada di dalamnya, dan itu mau MoU dengan Kemendikbud,” tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :