BI Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2023, Target Pengguna QRIS 1 Miliar per Hari

Senin, 30 Januari 2023 - 11:41 WIB
"Kami perkirakan bahwa transaksi berjalan valas sekitar 0%, neraca pembayaran akan surplus, aliran modal telah masuk, dan insya Allah akan banyak masuk, tidak hanya penanaman modal asing (PMA), tetapi juga investasi portofolio. Sebanyak USD2,4 miliar sudah masuk di awal tahun ini," ungkap Perry.

Sebab itu, pihaknya meyakini nilai tukar rupiah akan menguat, karena faktor fundamental semuanya memberikan justifikasi dasar bahwa nilai tukar rupiah akan menguat. Hal itu terlihat dari sisi pertumbuhan tinggi, inflasi rendah, neraca pembayaran surplus, dan prospek ekonomi yang baik. "Itu mendasarkan keyakinan kami bahwa Rupiah akan menguat setelah gejolak global ini semakin mereda. Pertumbuhan kredit seperti saya sampaikan di kisaran 10-12% di tahun ini. Kita semakin optimis digitalisasi semakin kuat," tegas Perry.

Baca Juga: Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% di 2022

Selain itu, BI juga optimis QRIS akan mencapai 45 juta pengguna, BI-FAST transaksi per harinya mencapai 1 miliar. "itulah suatu kebanggaan, rasa optimisme kita, tetapi tentu saja hidup penuh tantangan. Kita harus waspada, tidak boleh lengah karena global tidak menentu," tambahnya.

Dia pun menuturkan bahwa kewaspadaan itu tentu saja harus diukur, ditakar, dan tak lupa dipersiapkan skenario manajemen risikonya."Evaluasi dan perkiraan kami di 2022, 2023, dan 2024, mari kita bersyukur, optimis, dan tetap waspada," pungkas Perry.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!