Gubernur Bank Indonesia Ungkap Arah Kebijakan Moneter di 2023

Senin, 30 Januari 2023 - 12:35 WIB
"Kami akan terus berkreasi mendorong pembiayaan dan kredit, memastikan kredit tahun ini bisa 10-12%, bahkan bisa lebih," kata dia.

BI memantau bahwa sejumlah bank punya potensi kredit tumbuh lebih dari 12% sepanjang bank tersebut prudent. BI pun melakukan digitalisasi besar-besaran, tidak hanya menargetkan QRIS 45 juta pengguna tetapi juga ASEAN 5 connectivity. Semua hal itu menjadi pilar, dan tentu juga ditambah dengan Rupiah Digital yaitu Proyek Garuda.

Baca Juga: Ekonomi AS Tumbuh 2,9% di Kuartal IV 2022, Investor Khawatir Terjadi Resesi

Bank Indonesia juga terus mendorong mendorong inklusi ekonomi dan keuangan, UMKM, ekonomi dan keuangan syariah, juga ekonomi hijau. Hilirisasi pemerintah juga terus didorong.

"Itulah evaluasi kebijakan di 2022 dan arah kebijakan BI di 2023, transparansi, jelas kami komunikasikan. Kalau kita komunikasikan secara lebih baik, dan masyarakat, investor, perbankan, dunia usaha adalah suatu capaian rational expectation hypothesis," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!