Bos PLN Buka-bukaan Soal Penyebab Kelebihan Pasokan Listrik

Rabu, 08 Februari 2023 - 15:53 WIB
Ia menilai, apabila pertumbuhan ekonomi basisnya adalah industri, maka korelasinya permintaan listrik akan naik. Sementara selama lima tahun belakangan permintaan listrik di Pulau Jawa korelasinya turun dari 1,3% menjadi 0,87%.

"Jadi kalau 1% pertumbuhan ekonomi maka pertumbuhan demandnya hanya 0,86%. Kemudian pertumbuhan ekonomi terkoreksi dari 6,1% rata-rata menjadi 5,1%. Untuk itu selama 5 tahun, pertumbuhan demand listrik yang diproyeksikan sekitar 8% di Jawa tumbuhnya rata-rata hanya 4,6% selama 5 tahun, 2015-2019," terangnya.

Lebih lanjut, Darmawan mengungkapkan dengan menggunakan asumsi di tahun 2015, seharusnya konsumsi listrik saat ini adalah sebesar 380 Tera Watt hour (TWh). Sedangkan realisasi konsumsi listrik hingga saat ini baru mencapai 283 TWh.

"Jadi ada 100 TWh di bawah dari yang direncanakan. Jadi itulah pada waktu itu apakah asumsinya itu sesuai dengan harapan ternyata bergeser. Kemudian korelasi antara pertumbuhan demand listrik dengan pertumbuhan ekonomi juga bergeser," jelasnya.

Nah, lanjut Darmawan, ketika saat ini pertumbuhannya sudah kembali ke 6,17%tetapi karena 6,17 itu dikalikan 280 jadi pertumbuhannya masih tidak sesuai dengan perencanaan 2015.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!