Biaya Kereta Cepat Bengkak, Indonesia Akan Ngutang Lagi ke China

Senin, 13 Februari 2023 - 14:19 WIB
Selain menggunakan dana pinjaman alias utang perbankan, Kementerian BUMN juga mengalokasikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp3,2 triliun yang diterima PT KAI (Persero) untuk menambal pembengkakan itu. PMN tersebut berasal dari APBN 2022.

Dalam arsip pemberitaan MNC Portal sebelumnya, pinjaman perbankan dialokasikan untuk menambal 75% dari total pembengkakan anggaran proyek tersebut. Sisanya yang 25% ditutupi oleh oleh konsorsium BUMN Indonesia dengan perusahaan China yakni, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.

PSBI akan menambal pembengkakan biaya sebesar Rp4 triliun, sedangkan China Railway International senilai Rp3 triliun.

Sementara, 75 persen sisanya berasal dari pinjaman atau utang. Hanya saja, persentase pinjaman yang dibutuhkan untuk menambal pembengkakan biaya mega proyek tersebut belum diketahui, karena akan disesuaikan dengan total cost overrun.

Awalnya, biaya pembangunan KCJB sebesar USD4,55 miliar atau setara Rp64,9 triliun berasal dari pinjaman China Development Bank. Jumlah tersebut setara dengan 75% dari total nilai investasi KCJB sebesar USD6,07 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!