Pangkas Proyeksi, Sri Mulyani: Ekonomi RI Jadi Minus 4,3% di Kuartal II-2020
Rabu, 15 Juli 2020 - 19:53 WIB
"Transportasi itu walaupun sudah ada relaksasi, tapi tidak pulih karena orang tidak melakukan traveling. Walaupun terjadi, tapi masih kecil sekali sedangkan pertambangan berkontribusi negatif cukup dalam di kuartal II," jelasnya.
(Baca Juga: Realisasi Indikator Makro RI Dipaparkan DPR, Ekonomi Masih Terbebani Corona )
Oleh karena itu, Sri Mulyani mengaku pemerintah akan mendorong perekonomian pada kuartal III melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Melalui beleid itu, Menkeu mendorong percepatan penyerapan anggaran.
"Kita berharap di kuartal III mengejar, beberapa data yang kita peroleh sudah menunjukkan adanya titik balik. Askselerasi itulah yang menjadi fokus presiden, belanja dari K/L, belanja dari daerah, perbankan sektor keuangan dan sektor korporasi bisa kembali," tandasnya.
(Baca Juga: Realisasi Indikator Makro RI Dipaparkan DPR, Ekonomi Masih Terbebani Corona )
Oleh karena itu, Sri Mulyani mengaku pemerintah akan mendorong perekonomian pada kuartal III melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Melalui beleid itu, Menkeu mendorong percepatan penyerapan anggaran.
"Kita berharap di kuartal III mengejar, beberapa data yang kita peroleh sudah menunjukkan adanya titik balik. Askselerasi itulah yang menjadi fokus presiden, belanja dari K/L, belanja dari daerah, perbankan sektor keuangan dan sektor korporasi bisa kembali," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :