Perang Rusia Ukraina Rugikan Jerman Rp2,57 Kuadraliun
Selasa, 21 Februari 2023 - 09:14 WIB
Industri Jerman akan membayar sekitar 40% lebih banyak untuk energi pada tahun 2023 daripada tahun 2021, sebelum krisis yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari tahun lalu. Hal ini berdasarkan sebuah studi oleh Allianz Trade pada bulan lalu.
"Oleh karena itu, prospek pertumbuhan untuk 2023 dan 2024 juga lebih rendah daripada di banyak negara lain," sambung Adrian menambahkan yang juga terjadi tahun lalu.
Baca Juga: Kehilangan Pasokan Gas Rusia Memaksa Jerman Merogoh Kocek Rp 7.258 Triliun
Jerman yang selama beberapa dekade mengandalkan gas pipa Rusia dengan harga relatif murah, sekarang merasakan harga energi sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki cadangan gas alam sendiri. Sementara Prancis memiliki tenaga nuklir yang melimpah.
"Harga gas (di Jerman) sekitar tiga sampai lima kali lebih tinggi daripada di Amerika Serikat," katanya sembari menerangkan harga listrik juga empat kali lebih mahal daripada di Prancis.
"Oleh karena itu, prospek pertumbuhan untuk 2023 dan 2024 juga lebih rendah daripada di banyak negara lain," sambung Adrian menambahkan yang juga terjadi tahun lalu.
Baca Juga: Kehilangan Pasokan Gas Rusia Memaksa Jerman Merogoh Kocek Rp 7.258 Triliun
Jerman yang selama beberapa dekade mengandalkan gas pipa Rusia dengan harga relatif murah, sekarang merasakan harga energi sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki cadangan gas alam sendiri. Sementara Prancis memiliki tenaga nuklir yang melimpah.
"Harga gas (di Jerman) sekitar tiga sampai lima kali lebih tinggi daripada di Amerika Serikat," katanya sembari menerangkan harga listrik juga empat kali lebih mahal daripada di Prancis.
(akr)
Lihat Juga :