Redam Inflasi, Sri Mulyani Gelontorkan Rp104,2 Triliun untuk Menjaga Pangan
Selasa, 21 Februari 2023 - 15:23 WIB
Menkeu, Sri Mulyani menerangkan siap memberikan dukungan fiskal melalui APBN untuk menjaga inflasi 2023 yang ditargetkan berada pada level 3,6% (± 1%). Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, inflasi di Indonesia sepanjang 2022 terjaga lebih rendah dari perkiraaan sebelumnya. Bahkan menurutnya di beberapa negara tingkat inflasinya menyentuh angka 50%.
"Bagaimana dengan Indonesia? Kabar baik, inflasi 2022 tercatat terjaga lebih rendah dari perkiraan, yaitu pada level 5,51% y-o-y (forecast konsensus berada pada angka 6,5% paska penyesuaian harga BBM)," ujar Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Selasa (21/2/2023).
Baca Juga: Menko Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Menjaga Inflasi Tahun Ini
Hal tersebut menjadi diskusi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) pada High-Level Meeting kemarin (20/2) di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.
Pada tahun 2023 ini, tingkat inflasi ditargetkan berada pada level 3,6% (± 1%), sementara gap inflasi volatile food ditargetkan berada pada rentang 3-5%. Selain itu, hari besar nasional juga menjadi perhatian (utamanya Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri) karena pada saat ini terjadi lonjakan permintaan yang sangat tinggi.
"Dukungan fiskal melalui APBN #UangKita juga terus dijaga, sebesar Rp104,2 T disalurkan melalui beragam Kementerian/Lembaga untuk menjaga ketahanan pangan," ungkap Sri Mulyani.
"Bagaimana dengan Indonesia? Kabar baik, inflasi 2022 tercatat terjaga lebih rendah dari perkiraan, yaitu pada level 5,51% y-o-y (forecast konsensus berada pada angka 6,5% paska penyesuaian harga BBM)," ujar Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Selasa (21/2/2023).
Baca Juga: Menko Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Menjaga Inflasi Tahun Ini
Hal tersebut menjadi diskusi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) pada High-Level Meeting kemarin (20/2) di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.
Pada tahun 2023 ini, tingkat inflasi ditargetkan berada pada level 3,6% (± 1%), sementara gap inflasi volatile food ditargetkan berada pada rentang 3-5%. Selain itu, hari besar nasional juga menjadi perhatian (utamanya Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri) karena pada saat ini terjadi lonjakan permintaan yang sangat tinggi.
"Dukungan fiskal melalui APBN #UangKita juga terus dijaga, sebesar Rp104,2 T disalurkan melalui beragam Kementerian/Lembaga untuk menjaga ketahanan pangan," ungkap Sri Mulyani.
Lihat Juga :