Juragan BI Sawer Rp633 Triliun ke Perbankan Nasional

Jum'at, 17 Juli 2020 - 08:25 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi likuiditas dan suku bunga pasar uang tetap memadai ditopang oleh strategi operasi moneter Bank Indonesia.

Gubenur BI Perry Warjiyo mengatakan telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp633,24 triliun. Rincian quantitative easing tersebut terdiri dari penurunan giro wajib minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp462,4 triliun.



“Longgarnya kondisi likuiditas tecermin pada rendahnya suku bunga pasar uang antar-bank (PUAB), yaitu di sekitar 4% pada Juni 2020. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga juga tetap besar, yakni 24,33% pada Mei 2020,” jelas Perry di Jakarta, kemarin (16/7/2020). ( Baca juga:Bank Indonesia Pangkas Lagi Suku Bunga Acuan Menjadi 4% )

Kata dia, likuiditas yang memadai serta penurunan suku bunga kebijakan (BI7DRR) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan. Serta sejalan dengan penurunan suku bunga PUAB, rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juni 2020 menurun dari 5,85% dan 9,60% pada Mei 2020 menjadi 5,74% dan 9,48%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!