Pinjol Bisa jadi Solusi atau Tragedi? Cermati Hal Berikut sebelum Meminjam
Kamis, 09 Maret 2023 - 17:23 WIB
9. Pihak penagih wajib memiliki sertifikasi penagihan yang diterbitkan oleh AFPI.
CEO BerDigital dan Pengurus Magindo Yogyakarta, A.M Bayhaqi menambahkan, memahami keamanan digital adalah kemampuan yang harus dimiliki pengguna media digital lantaran makin banyak risiko penipuan online termasuk pinjol.
Namun, jika memang terpaksa harus melakukan peminjaman secara online, pastikan untuk mengecek keabsahan dan kredibilitasnya.
"Instal aplikasi pinjol dari sumber terpercaya dan resmi, hati-hati juga iklan pinjol jangan tergiur penawaran tanpa mempelajari dulu," saran dia dalam webinar yang sama.
Tentunya agar aman, pengguna perlu mengaktifkan fitur keamanan di perangkat pribadinya seperti ponsel yang di dalamnya terdapat data pribadi termasuk aplikasi mobile banking.
“Pengguna juga perlu cerdas dengan memastikan jika harus meminjam uang, maka untuk apa data tersebut digunakan dan bagaimana mengembalikannya tepat waktu,” imbuhnya.
Terkait maraknya penyalahgunaan pinjol, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia dan Dewan Pengarah Siberkreasi, Fajar Eri Dianto mengatakan, seseorang harus bijak dalam pemenuhan kategori kebutuhan hidup, jangan karena mengikuti gaya hidup.
"Pinjaman online bisa jadi karena meningkatnya pola konsumtif, layanan digital berbayar, game online hingga judi online," ungkapnya.
Agar tidak terjerat pinjol, dia menyarankan agar pengaturan keuangan memiliki prioritas untuk mendahulukan kebutuhan utama atau pokok saja.
“Tentunya hindari berhutang, namun jika terpaksa maka maksimal cicilan adalah 30% dari total pendapatan, serta hindari paylater dan pinjaman online apalagi illegal,” bebernya.
Baca juga: Penelusuran Pay Later Naik 20% dan Pinjol Aman Meroket 100% di Google
Namun, jika sudah terlanjur terjerat, maka seseorang harus mengatur ulang strategi keuangan. Misalnya, lakukan evaluasi pengeluaran rutin, kurangi pengeluaran dengan berhemat, serta kurangi pengeluaran yang tidak penting.
Tak dimungkiri, meningkatnya pinjol juga sebagai imbas dari pesatnya penggunaan dan akses internet di Indonesia. Menurut laporan We Are Social dan HootSuite, pengguna internet di Indonesia jumlahnya mencapai 212,9 juta per Januari 2023. Jumlah itu naik tipis 5,2% atau 10 juta dibanding tahun sebelumnya.
Pararel dengan itu, upaya edukasi dan literasi digital harus terus digencarkan. Sebagai informasi, Webinar Makin Cakap Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
CEO BerDigital dan Pengurus Magindo Yogyakarta, A.M Bayhaqi menambahkan, memahami keamanan digital adalah kemampuan yang harus dimiliki pengguna media digital lantaran makin banyak risiko penipuan online termasuk pinjol.
Namun, jika memang terpaksa harus melakukan peminjaman secara online, pastikan untuk mengecek keabsahan dan kredibilitasnya.
"Instal aplikasi pinjol dari sumber terpercaya dan resmi, hati-hati juga iklan pinjol jangan tergiur penawaran tanpa mempelajari dulu," saran dia dalam webinar yang sama.
Tentunya agar aman, pengguna perlu mengaktifkan fitur keamanan di perangkat pribadinya seperti ponsel yang di dalamnya terdapat data pribadi termasuk aplikasi mobile banking.
“Pengguna juga perlu cerdas dengan memastikan jika harus meminjam uang, maka untuk apa data tersebut digunakan dan bagaimana mengembalikannya tepat waktu,” imbuhnya.
Terkait maraknya penyalahgunaan pinjol, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia dan Dewan Pengarah Siberkreasi, Fajar Eri Dianto mengatakan, seseorang harus bijak dalam pemenuhan kategori kebutuhan hidup, jangan karena mengikuti gaya hidup.
"Pinjaman online bisa jadi karena meningkatnya pola konsumtif, layanan digital berbayar, game online hingga judi online," ungkapnya.
Agar tidak terjerat pinjol, dia menyarankan agar pengaturan keuangan memiliki prioritas untuk mendahulukan kebutuhan utama atau pokok saja.
“Tentunya hindari berhutang, namun jika terpaksa maka maksimal cicilan adalah 30% dari total pendapatan, serta hindari paylater dan pinjaman online apalagi illegal,” bebernya.
Baca juga: Penelusuran Pay Later Naik 20% dan Pinjol Aman Meroket 100% di Google
Namun, jika sudah terlanjur terjerat, maka seseorang harus mengatur ulang strategi keuangan. Misalnya, lakukan evaluasi pengeluaran rutin, kurangi pengeluaran dengan berhemat, serta kurangi pengeluaran yang tidak penting.
Tak dimungkiri, meningkatnya pinjol juga sebagai imbas dari pesatnya penggunaan dan akses internet di Indonesia. Menurut laporan We Are Social dan HootSuite, pengguna internet di Indonesia jumlahnya mencapai 212,9 juta per Januari 2023. Jumlah itu naik tipis 5,2% atau 10 juta dibanding tahun sebelumnya.
Pararel dengan itu, upaya edukasi dan literasi digital harus terus digencarkan. Sebagai informasi, Webinar Makin Cakap Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
(ind)
Lihat Juga :