Indonesia Harus Manfaatkan Banyak Peluang lewat IA-CEPA

Kamis, 09 Maret 2023 - 14:08 WIB
Apalagi, investasi Australia di Indonesia mencapai USD2,35 miliar, dan pada periode Q1-Q3 tahun 2022, investasi Australia di Indonesia mencapai USD344 juta, dibandingkan tahun 2021 yang mencapai USD 195 juta. “Melalui kerja sama antara Indonesia dan Australia ini, kami berharap kedua negara saling menguntungkan dan bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” terang Agus.

Pandangan senada juga diyakini Athanasius Tanubrata, CEO BDO Indonesia, yang melihat Australia sebagai negara yang sangat penting dalam perdagangan luar negeri Indonesia. Namun, masih banyak aspek potensial yang dapat dimaksimalkan.

Untuk itu, BDO Indonesia dan Australia menghadirkan ruang untuk berdiskusi dan sharing antarpakar dan praktisi perdagangan dari kedua negara. “Event ini adalah wadah untuk mengidentifikasi kesenjangan hubungan antar pihak-pihak yang terlibat, meningkatkan kolaborasi, dan membuka peluang baru bagi bisnis di kedua negara. BDO siap membantu pengusaha dalam mewujudkan perdagangan internasional,” ujar Athanasius.

Dalam sesi diskusi panelis Iwi Sumbada, Presiden PT Sekar Laut TBK, menjelaskan produk-produk makanan dari Indonesia memiliki pasar yang luas di dunia. Namun, selain memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi selera konsumen negara yang dituju, produsen juga harus memiliki standar tinggi.

“Produsen harus bisa memenuhi standar internasional yang sudah ditetapkan, contohnya British Retail Consortium Global Standards yang berlaku di negara-negara commonwealth seperti Australia. Dengan mempelajari standar tersebut, produsen dalam negeri dapat mengetahui cara berpartisipasi di pasar global,” papar Iwi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!