Sadis, 12 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covi-19

Jum'at, 17 Juli 2020 - 21:38 WIB
Menurut Arif, banyak program pemerintah diprioritaskan kepada masyarakat miskin, mulai dari bantuan sosial, bantuan tunai, hingga bantuan modal. Semua program tersebut bertujuan agar daya beli masyarakat miskin meningkat sehingga ekonomi berputar.

(Baca Juga: Miris, Pengangguran di Indonesia Paling Banyak dari Usia Muda )

Guru Besar dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Nunung Nuryartono menyatakan, pemerintah memang perlu menyusun prioritas dan masyarakat kelas bawah harus mendapat perhatian pertama. "Pemulihan di masyarakat kelas bawah akan mendorong daya beli dan akan berdampak positif kepada ekonomi secara keseluruhan--termasuk pelaku dari kelas atas," ungkap Nunung.

Nunung juga mengingatkan, program pemulihan ekonomi masyarakat kelas bawah perlu memperhatikan potensi di wilayah masyarakat yang bersangkutan. "Jangan disama-ratakan," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Diah Widuretno, pendiri Sekolah Pagesangan, sekolah yang memberi layanan pendidikan bagi masyarakat Jelata di Gunung Kidul Yogyakarta. "Jangan ada labeling dalam urusan kemiskinan. Program penanggulangan kemiskinan tidak boleh menghilangkan daya survival masyarakat," terang Diah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!