Jokowi Bakal Siapkan 10 Ribu Hektare untuk Food Estate Jagung di Papua
Selasa, 21 Maret 2023 - 19:55 WIB
Jokowi mengatakan pemerintah akan menyiapkan lahan 10 ribu ha untuk food estate jagung di Papua. Foto/BiroSetpres
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) meninjau lumbung pangan atau food estate saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, pada Selasa, 21 Maret 2023. Jokowi mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan sekitar 10 ribu hektare untuk penanaman jagung di tempat tersebut.
Baca juga: BG Sebut Aura Jokowi Pindah ke Prabowo, Pengamat: Dukungan Menuju 2024 Kian Terang
"Kita di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, di sini akan disiapkan kurang lebih 10 ribu hektare untuk penanaman jagung. Tapi sekarang yang sudah disiapkan land clearing kemudian pengolahan tanah baru 500 hektare, tahun depan 2.500 hektare. Tetapi yang ditanam hari ini baru 100 hektare," ujar Presiden dalam keterangannya selepas peninjauan, Selasa (21/3/2023).
Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa dari hasil penanaman diharapkan pada Juni sudah panen yang pertama. Presiden sendiri melihat lahan di Papua tersebut sangat layak untuk ditanami jagung antara lain karena kontur tanahnya yang rata.
"Saya lihat ini feasible karena tanahnya rata, datar, hanya memang tidak mungkin sekali tanam bisa menghasilkan kayak di Jawa 10 atau 11 ton. Mungkin pertama enggak apa-apa 4 ton atau 5 ton, saya kira baik. Nanti penanaman kedua naik lagi menjadi 6 ton, yang ketiga baru--biasanya setelah ketiga itu baru berada pada posisi yang baik," jelasnya.
Kepala Negara kemudian berpesan kepada Menteri Pertanian dan Bupati Keerom agar menentukan secara jelas terkait pembeli atau offtaker jagung tersebut. Demikian juga dengan pengering, pascapanen, hingga penentuan harganya, agar petani tidak ada yang dirugikan.
Baca juga: BG Sebut Aura Jokowi Pindah ke Prabowo, Pengamat: Dukungan Menuju 2024 Kian Terang
"Kita di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, di sini akan disiapkan kurang lebih 10 ribu hektare untuk penanaman jagung. Tapi sekarang yang sudah disiapkan land clearing kemudian pengolahan tanah baru 500 hektare, tahun depan 2.500 hektare. Tetapi yang ditanam hari ini baru 100 hektare," ujar Presiden dalam keterangannya selepas peninjauan, Selasa (21/3/2023).
Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa dari hasil penanaman diharapkan pada Juni sudah panen yang pertama. Presiden sendiri melihat lahan di Papua tersebut sangat layak untuk ditanami jagung antara lain karena kontur tanahnya yang rata.
"Saya lihat ini feasible karena tanahnya rata, datar, hanya memang tidak mungkin sekali tanam bisa menghasilkan kayak di Jawa 10 atau 11 ton. Mungkin pertama enggak apa-apa 4 ton atau 5 ton, saya kira baik. Nanti penanaman kedua naik lagi menjadi 6 ton, yang ketiga baru--biasanya setelah ketiga itu baru berada pada posisi yang baik," jelasnya.
Kepala Negara kemudian berpesan kepada Menteri Pertanian dan Bupati Keerom agar menentukan secara jelas terkait pembeli atau offtaker jagung tersebut. Demikian juga dengan pengering, pascapanen, hingga penentuan harganya, agar petani tidak ada yang dirugikan.
Lihat Juga :