Pengembangan Industri Green Amonia di RI Adopsi Teknologi Jepang dan Jerman

Sabtu, 01 April 2023 - 11:48 WIB
"Hal ini sudah terimplementasi di Jepang. Kami bahkan memproyeksikan peningkatan permintaan amonia hingga 30 juta ton pada tahun 2050 mendatang. Indonesia bisa berperan dalam menjadi pemasok amonia ini," ujar Masashi.

Masashi menjelaskan ada beberapa proyek kerja sama antara Jepang dan Indonesia yang dikembangkan untuk meningkatkan ekosistem clean amonia ini. "Kami mendukung penuh Indonesia untuk bisa merealisasikan proyek ini," tambah Masashi.

Dukungan yang sama juga datang dari Jerman. Vice President Industry Services, TÜV SÜD South Asia Bratin Roy menjelaskan Indonesia merupakan negara dengan pengembangan amonia yang besar. Salah satu tantangan saat ini adalah permodalan dan investasi dalam pengembangan ekosistem clean amonia ini. Untuk itu, menurut Bratin perlu adanya peningkatan standardisasi hasil dari produksi green amonia Indonesia.

Baca juga: Airlangga Bisa Jadi Cawapres bila Golkar Bergabung dengan Gerindra-PKB

"Indonesia seperti negara Asia lainnya mempunyai potensi pengembangan clean amonia yang besar. Kami dan Pupuk Indonesia melakukan kajian bersama untuk meningkatkan standardisasi hasil green amonia dan memastikan langkah ini benar-benar bisa mencapai target pengurangan emisi global," ujar Bratin Roy.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!