Kinclong, Pupuk Indonesia Raih Pendapatan Rp71,3 Triliun di 2019

Senin, 20 Juli 2020 - 13:01 WIB
(Baca Juga: Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi)

Aas mengatakan, kinerja yang baik ini juga ditopang oleh peningkatan kinerja dari anak perusahaan nonpupuk. Salah satunya adalah Rekayasa Industri, yang merupakan salah satu EPC terbesar di Kawasan Asia Tenggara.

Rekayasa industri mengalami pertumbuhan yang positif tercermin dari aset perusahaan yang naik sekitar 36% dari sebelumnya sebesar Rp7,7 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp10,4 triliun pada tahun 2019.

"Selain itu, pendapatan juga bertumbuh sekitar 61% dari tahun 2018 sebesar Rp4,9 triliun menjadi sebesar Rp7,9 triliun pada tahun 2019," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!