Kementan Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Pangan Menjelang Lebaran
Senin, 10 April 2023 - 20:36 WIB
Kementan memastikan kelancaran lalu lintas pangan menjelang Lebaran 2023. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kelancaran lalu lintas pangan menjelang Lebaran 2023 . Pengawasan terus dilakukan untuk menjamin pasokan serta kesehatan 12 bahan kebutuhan pokok sebagai komoditas pangan strategis agar terjamin dan mencukupi.
"Berdasarkan laporan Karantina Pertanian Tanjung Priok sepanjang bulan Ramadan tidak ditemukan kasus pelanggaran karantina. Contohnya, produk impor yang masuk, dan itu semua dalam kondisi sehat dan layak," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Bambang, saat mengecek lalu lintas pangan, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (10/4/2022).
Baca Juga: Kementan Jadikan Hakordia Momentum Gelorakan Semangat Lawan Korupsi
Bambang mengatakan dengan ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau dan terjamin kesehatan serta keamanannya masyarakat dapat melaksanakan lebaran dengan nyaman. Selain itu dengan telah terjalinnya kerja sama dengan negara-negara yang memasok bahan pangan ke Indonesia, telah diambil kesepakatan bersama bahwa komoditas pangan yang masuk sudah dilakukan analisis risiko di negara asal.
"Berdasarkan laporan Karantina Pertanian Tanjung Priok sepanjang bulan Ramadan tidak ditemukan kasus pelanggaran karantina. Contohnya, produk impor yang masuk, dan itu semua dalam kondisi sehat dan layak," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Bambang, saat mengecek lalu lintas pangan, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (10/4/2022).
Baca Juga: Kementan Jadikan Hakordia Momentum Gelorakan Semangat Lawan Korupsi
Bambang mengatakan dengan ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau dan terjamin kesehatan serta keamanannya masyarakat dapat melaksanakan lebaran dengan nyaman. Selain itu dengan telah terjalinnya kerja sama dengan negara-negara yang memasok bahan pangan ke Indonesia, telah diambil kesepakatan bersama bahwa komoditas pangan yang masuk sudah dilakukan analisis risiko di negara asal.
Lihat Juga :