Jaga Kinerja Layanan Gas Bumi, PGN Raih Laba Bersih Rp4,84 Triliun
Jum'at, 14 April 2023 - 18:24 WIB
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjaga kinerja operasional pada 2022 di masa normalisasi pascapandemi Covid-19 dan situasi ketidakpastian dampak dari kondisi geopolitik global.
JAKARTA - Sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjaga kinerja operasional pada 2022 di masa normalisasi pascapandemi Covid-19 dan situasi ketidakpastian dampak dari kondisi geopolitik global. PGN terus mengoptimasi perluasan infrastruktur gas bumi dan kehandalan pasokan, khususnya di masa transisi menuju Net Zero Emission.
Direktur Utama PT PGN Tbk, M. Haryo Yunianto mengatakan bahwa dalam menghadapi kondisi eksternal yang ada, pada 2022 PGN mengembangkan kebijakan penerapan strategi keberlanjutan yang terintegrasi dengan seluruh proses bisnis, optimasi dan efisiensi.
"Untuk menjaga margin perusahaan, PGN meningkatkan kegiatan Niaga Gas Bumi kepada sektor-sektor baru dan moda beyond pipelines melalui inisiasi proyek LNG Retail dan pengembangan penyaluran gas via moda Compressed Natural Gas. Dengan menjalankan strategi ini, PGN berhasil mencatatkan Laba Bersih Tahun Berjalan Yang Diatribusikan ke Entitas Induk USD 326,2 juta (atau Rp4,84 Triliun, dengan kurs IDR/USD: Rp14.850) atau 7% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," tuturnya.
Direktur Utama PT PGN Tbk, M. Haryo Yunianto mengatakan bahwa dalam menghadapi kondisi eksternal yang ada, pada 2022 PGN mengembangkan kebijakan penerapan strategi keberlanjutan yang terintegrasi dengan seluruh proses bisnis, optimasi dan efisiensi.
"Untuk menjaga margin perusahaan, PGN meningkatkan kegiatan Niaga Gas Bumi kepada sektor-sektor baru dan moda beyond pipelines melalui inisiasi proyek LNG Retail dan pengembangan penyaluran gas via moda Compressed Natural Gas. Dengan menjalankan strategi ini, PGN berhasil mencatatkan Laba Bersih Tahun Berjalan Yang Diatribusikan ke Entitas Induk USD 326,2 juta (atau Rp4,84 Triliun, dengan kurs IDR/USD: Rp14.850) atau 7% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," tuturnya.
Lihat Juga :