Elon Musk Sebut Jerman Buat Kesalahan Berbahaya Usai Tutup 3 Pembangkit Tenaga Nuklir

Kamis, 20 April 2023 - 05:57 WIB
Dalam wawancara setahun lalu kepada Mathias Döpfner, CEO Axel Springer, miliarder itu telah melangkah lebih jauh. "Jerman seharusnya tidak hanya tidak menutup pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi juga harus membuka kembali pembangkit listrik yang ditutup," katanya kepada eksekutif media.

"Ini gila menutup pembangkit listrik tenaga nuklir. Tolong jangan menutup pembangkit listrik tenaga nuklir, dan tolong buka kembali yang telah ditutup."

Dia menyebut keputusan Jerman "kegilaan total," karena "ini adalah risiko keamanan nasional."

"Dengarkan. Waktu bermain sudah berakhir. Oke? Jelas, waktu bermain sudah berakhir. Ini adalah risiko keamanan nasional untuk menutup hal-hal ini ... Saya kira masyarakat perlu paham, PLTU batu bara karena emisinya, menyebabkan sejumlah kematian setiap tahun, jauh lebih berbahaya dibandingkan PLTN," tegasnya.

Jerman sebagai penghasil CO2 terbesar di Uni Eropa, saat ini masih sangat bergantung pada batubara. Pada tahun 2022, tiga reaktor nuklir terakhir menyediakan 6% dari energi yang diproduksi di negara ini, dibandingkan dengan 33% untuk batu bara, yang bahkan meningkat 8% tahun lalu karena krisis gas.

Gas Rusia

Awalnya penutupan tiga pembangkit listrik tenaga nuklir direncanakan pada 31 Desember 2022, namun dikesampingkan karena adanya krisis energi terkait dengan perang di Ukraina dan kekurangan gas Rusia.

Konsensus tentang masalah energi yang telah berlaku di Jerman selama 10 tahun terakhir adalah bahwa gas Rusia yang murah, lebih sedikit polusi daripada batu bara, dan yang pasokannya dianggap sangat aman, adalah cara ideal untuk mendukung transisi ke energi terbarukan.

Keputusan ini dilatarbelakangi setelah terjadinya bencana Fukushima di Jepang pada tahun 2011. Jerman akhirnya telah memutuskan untuk menghapus tenaga nuklir. Angela Merkel, kanselir pada saat itu telah menetapkan kapan harus keluar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!