Bukan Krisis atau PHK yang Bikin Kita Miskin, tapi Perampok Uang Tak Kasatmata Ini

Senin, 24 April 2023 - 10:42 WIB
3 9.216.000

4. 8. 847.360

5 8.493.466

Pada tahun lalu laju inflasi 2022 5,51%, atau tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Jika inflasi semakin tinggi, akan membuat daya beli kita makin anjlok.

"Jadi jika kita simpan dana deposito sebesar Rp100 juta dapat bunga 5,5% tapi laju inflasinya 5%, maka net return kita hanya 0,5%, atau hanya Rp 500 ribu. Kalau dipotong zakat 2,5% x Rp100 juta alias Rp2,5 juta, maka dana kita justru makin minus," tulis @strategi_bisnis.

Inflasilah yang menjadi biang kerok harga-hara melesat naik, sehingga kemampuan membeli kita dengan penghasilan yang tak berubah menjadi mencitu. Dulu, semangkok mie instan harganya hanya seceng, sekarang sudah menjadi Rp8 ribu hingga Rp10.000.

"Atau harga Honda motor dari 4 jutaan jadi 25 jutaan. Atau harga rumah 100 jutaan jadi 800 juta".

Menurut @strategi_bisnis ada dua penyebab inflasi. Pertama, kenaikan permintaan konsumen (demand side). Kenaikan permintaan ini utamanya dipicu kebijakan moneter yang longgar, seperti suku bunga rendah atau bank sentral mencetak uang lebih banyak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!