Waspada Dampak Gelombang Panas Asia, Erick Thohir: Perbanyak Minum Air Putih
Selasa, 25 April 2023 - 15:51 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah penyebab gelombang panas terjadi di Indonesia. Pertama, dinamika atmosfer yang tidak biasa, kedua suhu panas bulan April di wilayah Asia Selatan secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu Matahari, lonjakan panas tahun 2023 adalah yang terparah.
Tren pemanasan global dan perubahan iklim, gelombang panas atau heatwave semakin berisiko berpeluang terjadi 30 kali lebih sering. Keempat, dominasi monsun Australia, membuat Indonesia memasuki musim kemarau. Dan kelima, intensitas maksimum radiasi Matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan.
Baca Juga: Cuaca Panas Landa Indonesia, Ini Saran Kemenkes Agar Tak Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Bukan cuma Indonesia, beberapa negara lain di Asia ikut terdampak. Bangladesh suhunya mencapai 51 derajat celcius. India juga demikian, suhu di negara itu tercatat lebih dari 40 derajat celcius.
Tren pemanasan global dan perubahan iklim, gelombang panas atau heatwave semakin berisiko berpeluang terjadi 30 kali lebih sering. Keempat, dominasi monsun Australia, membuat Indonesia memasuki musim kemarau. Dan kelima, intensitas maksimum radiasi Matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan.
Baca Juga: Cuaca Panas Landa Indonesia, Ini Saran Kemenkes Agar Tak Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Bukan cuma Indonesia, beberapa negara lain di Asia ikut terdampak. Bangladesh suhunya mencapai 51 derajat celcius. India juga demikian, suhu di negara itu tercatat lebih dari 40 derajat celcius.
(nng)
Lihat Juga :