Bos Bank Sentral Amerika Serikat Kena Prank Rusia
Minggu, 30 April 2023 - 09:30 WIB
"Tidak ada informasi sensitif atau rahasia yang dibahas," bebernya.
Baca Juga: The Fed Mencemaskan Krisis Perbankan, Wall Street Ditutup Ambruk
Komedian Vladimir Krasnov dan Alexei Stolyarov -yang dikenal sebagai Vovan dan Lexus- mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Mereka sebelumnya mengaku telah mengerjai tokoh terkenal seperti Elton John, Presiden Polandia Andrzej Duda, kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Pada 2018, Boris Johnson saat menjabat sebagai menteri luar negeri juga melakukan percakapan yang diduga telepon iseng dari duo komedian Rusia tersebut yang merupakan pendukung Vladimir Putin. Pemerintah Inggris mengatakan saat itu, yakin Kremlin berada di balik panggilan itu.
The Fed mengatakan video dengan Powell tampaknya telah diedit dan tidak dapat mengkonfirmasi keakuratannya.
Dalam salah satu klip yang dibagikan di televisi Rusia, Powell memuji kepala bank sentral Rusia Elvira Nabiullina karena mengelola ekonomi Rusia di tengah sanksi Barat, menurut layanan BBC Monitoring.
Baca Juga: The Fed Mencemaskan Krisis Perbankan, Wall Street Ditutup Ambruk
Komedian Vladimir Krasnov dan Alexei Stolyarov -yang dikenal sebagai Vovan dan Lexus- mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Mereka sebelumnya mengaku telah mengerjai tokoh terkenal seperti Elton John, Presiden Polandia Andrzej Duda, kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Pada 2018, Boris Johnson saat menjabat sebagai menteri luar negeri juga melakukan percakapan yang diduga telepon iseng dari duo komedian Rusia tersebut yang merupakan pendukung Vladimir Putin. Pemerintah Inggris mengatakan saat itu, yakin Kremlin berada di balik panggilan itu.
The Fed mengatakan video dengan Powell tampaknya telah diedit dan tidak dapat mengkonfirmasi keakuratannya.
Dalam salah satu klip yang dibagikan di televisi Rusia, Powell memuji kepala bank sentral Rusia Elvira Nabiullina karena mengelola ekonomi Rusia di tengah sanksi Barat, menurut layanan BBC Monitoring.
Lihat Juga :