Saham Bank-bank di AS Ambrol Usai JP Morgan Beli First Republic
Rabu, 03 Mei 2023 - 10:53 WIB
Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga acuan dari mendekati nol pada Maret lalu menjadi lebih dari 4,75%. Diperkirakan akan mengumumkan kenaikan 0,25% lagi minggu ini.
Langkah-langkah tersebut berdampak pada ekonomi AS, yang dapat merugikan bank-bank karena bisnis dan rumah tangga mulai berjuang untuk melakukan pembayaran utang. Banyak analis mengkhawatirkan risiko yang mengintai bank di sektor properti komersial, yang telah terpukul oleh penurunan permintaan ruang kantor karena perluasan kerja jarak jauh.
Adapun kenaikan suku bunga telah membuat beberapa bank berada dalam posisi sulit, karena suku bunga yang lebih tinggi merugikan nilai pasar dari beberapa utang yang diterbitkan ketika biaya pinjaman lebih rendah. Kekhawatiran meningkat pada bulan Maret, ketika kepanikan yang dipicu oleh runtuhnya Silicon Valley Bank yang saat itu merupakan pemberi pinjaman terbesar ke-16 di AS telah memicu aksi jual saham bank secara global dan membuat banyak nasabah bank AS mengalihkan dana mereka ke perusahaan-perusahaan yang dianggap lebih aman.
Bank-bank besar terbukti menjadi pemenang, sementara perusahaan-perusahaan regional berada di bawah tekanan. Kekhawatiran tersebut merenggut Signature Bank dan akhirnya First Republic, yang tidak dapat bertahan dari kehilangan dana.
PacWest melaporkan bulan lalu bahwa simpanannya menyusut 16% dari akhir Desember hingga akhir Maret. Sementara saham Western Alliance turun 11%. Adapun kedua bank tersebut mengatakan bahwa mereka telah melihat deposito mulai meningkat lagi baru-baru ini karena kekhawatiran mereda.
Kepala eksekutif JP Morgan Chase Jamie Dimon berpendapat pembelian aset First Republic akan mengakhiri krisis.
Langkah-langkah tersebut berdampak pada ekonomi AS, yang dapat merugikan bank-bank karena bisnis dan rumah tangga mulai berjuang untuk melakukan pembayaran utang. Banyak analis mengkhawatirkan risiko yang mengintai bank di sektor properti komersial, yang telah terpukul oleh penurunan permintaan ruang kantor karena perluasan kerja jarak jauh.
Adapun kenaikan suku bunga telah membuat beberapa bank berada dalam posisi sulit, karena suku bunga yang lebih tinggi merugikan nilai pasar dari beberapa utang yang diterbitkan ketika biaya pinjaman lebih rendah. Kekhawatiran meningkat pada bulan Maret, ketika kepanikan yang dipicu oleh runtuhnya Silicon Valley Bank yang saat itu merupakan pemberi pinjaman terbesar ke-16 di AS telah memicu aksi jual saham bank secara global dan membuat banyak nasabah bank AS mengalihkan dana mereka ke perusahaan-perusahaan yang dianggap lebih aman.
Bank-bank besar terbukti menjadi pemenang, sementara perusahaan-perusahaan regional berada di bawah tekanan. Kekhawatiran tersebut merenggut Signature Bank dan akhirnya First Republic, yang tidak dapat bertahan dari kehilangan dana.
PacWest melaporkan bulan lalu bahwa simpanannya menyusut 16% dari akhir Desember hingga akhir Maret. Sementara saham Western Alliance turun 11%. Adapun kedua bank tersebut mengatakan bahwa mereka telah melihat deposito mulai meningkat lagi baru-baru ini karena kekhawatiran mereda.
Kepala eksekutif JP Morgan Chase Jamie Dimon berpendapat pembelian aset First Republic akan mengakhiri krisis.
Lihat Juga :