Bantu Cegah Pandemi, Bank DKI Dukung Transaksi Non-Tunai di Sektor Kesehatan
Rabu, 22 Juli 2020 - 23:03 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Guna memberikan kemudahan bagi warga DKI yang membutuhkan layanan kesehatan, Bank DKI menyediakan aplikasi non-tunai untuk mendukung pembayaran ambulans gawat darurat (AGD) Dinas Kesehatan Pemprov DKI. Aplikasi pembayaran non-tunai yang disediakan Bank DKI itu adalah JakOne Mobile, Virtual Account dan Debit ATM Bank DKI melalui mesin EDC.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, langkah itu merupakan bentuk komitmen Bank DKI untuk terus mendukung Pemprov DKI Jakarta serta mendukung sektor kesehatan di DKI Jakarta.
"Dengan adanya layanan pembayaran ambulans secara cashless ini, masyarakat pengguna jasa AGD tidak perlu lagi menggunakan uang tunai. Pasalnya, uang tunai sangat berpotensi menjadi media penyebaran virus Covid-19", ungkap Herry. ( Baca juga:Tingkatkan Okupansi Transportasi, Menhub: Kedisiplinan Kunci Utama )
Bank DKI juga mendukung transaksi keuangan unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang meliputi pembayaran payroll/gaji dan fasilitas Kredit. "Kami yakin, Bank DKI bukan hanya sebagai entitas bisnis, namun Bank DKI adalah bagian dari keluarga besar DKI Jakarta", tutup Herry.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, langkah itu merupakan bentuk komitmen Bank DKI untuk terus mendukung Pemprov DKI Jakarta serta mendukung sektor kesehatan di DKI Jakarta.
"Dengan adanya layanan pembayaran ambulans secara cashless ini, masyarakat pengguna jasa AGD tidak perlu lagi menggunakan uang tunai. Pasalnya, uang tunai sangat berpotensi menjadi media penyebaran virus Covid-19", ungkap Herry. ( Baca juga:Tingkatkan Okupansi Transportasi, Menhub: Kedisiplinan Kunci Utama )
Bank DKI juga mendukung transaksi keuangan unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang meliputi pembayaran payroll/gaji dan fasilitas Kredit. "Kami yakin, Bank DKI bukan hanya sebagai entitas bisnis, namun Bank DKI adalah bagian dari keluarga besar DKI Jakarta", tutup Herry.
Lihat Juga :