Tingkatkan Okupansi Transportasi, Menhub: Kedisiplinan Kunci Utama

Rabu, 22 Juli 2020 - 16:13 WIB
loading...
Tingkatkan Okupansi...
Menhub Budi Karya Sumadi menilai kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci kebangkitan sektor transportasi. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya meningkatkan okupansi sektor transportasi publik melalui sosialiasi yang intens di masyarakat guna menekankan kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meryakini, dengan memperhatikan protokol pada masa adaptasi kebiasaan baru, pertumbuhan akan relatif baik.

"Baik itu pertumbuhan ekonomi maupun transportasi kita upayakan seiring sejalan. Caranya membuat konsep baru berdamai dengan Covid-19 melalui upaya-upaya pengetatan protokol kesehatan. Misalnya di Industri penerbangan semua diterapkan dengan baik, mulai dari jaga jarak hingga menggunakan masker, dan saya kira sektor transportasi lain bisa mengikuti," ungkapnya saat diskusi bertajuk "Transportasi Publik dan Geliat Ekonomi di Masa Pandemi" secara virtual di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Menhub optimis penerapan protokol kesehatan dengan disiplin, mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi sektor ini di masa pandemi. "Asalkan semua komponen menjalanan dan menerapkan aturan, kondusif juga terukur tidak lain tidak bukan memperhatikan protokol kesehatan tapi ekonomi harus berjalan," tandasnya.

(Baca Juga: Pemulihan Pariwisata, DPR Ingatkan soal Rasa Aman dan Transportasi)

Sementara, Direktur Utama Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan, berdasarkan hasil monitoring data statistik penerbangan menunjukkan penurunan trafik 55% dari kondisi normal dibanding tahun lalu. "Yang paling parah itu di bulan Mei, kalau rata-rata tahun lalu bisa 7,5 juta penumpang, di Bulan Mei hanya 75.000 penumpang. Jadi bisa dibayangkan trafik turun 99%," ungkapnya.

Di sisi lain, rata-rata trafik penerbangan per Juli 2020 sudah cukup baik di persentase 35%. Namun trafik penerbangan belum didukung dengan jumlah angkutan penumpang atau baru mencapai 17% dari kondisi normal. "Kita belum mengetahui kapan ini berakhir namun ada upaya-upaya penyelamatan ekonomi yang dilakukan pemerintah," ucapnya.

Dia menambahkan, yang diperlukan saat ini adalah kampanye mengenai rasa aman naik pesawat dengan mengedepankan protokol kesehatan. "Yang kita perlukan memang kampanye ke masyarakat, namun dibarengi protokol kesehatan yang baik dan berlaku untuk seluruh stakeholder bandara," pungkasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Pemerintah Guyur Diskon...
Pemerintah Guyur Diskon Transportasi saat Libur Sekolah: Bisa jadi Penggerak Kelas Menengah
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
Rekomendasi
Argentina Lolos ke Semifinal...
Argentina Lolos ke Semifinal Usai Taklukkan Swiss 3-1 Lewat Extra Time
Semifinal Piala Dunia...
Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris Tantang Argentina, Siapa Menang?
Swiss Balas Gol Argentina,...
Swiss Balas Gol Argentina, Laga Berlanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved