10 Negara Pasien IMF dengan Utang Terbesar, Bagaimana Indonesia?
Minggu, 28 Mei 2023 - 12:58 WIB
Dari total 94 negara yang masih menjadi pasien Dana Moneter Internasional atau IMF, berikut 10 negara dengan utang terbesar kepada IMF. Foto/Dok
JAKARTA - Sepanjang tahun 2022, tercatat ada 94 negara yang masih memiliki utang kepada Dana Moneter Internasional atau IMF. Dari total keseluruhan, berikut 10 negara dengan utang terbesar kepada IMF. Apakah ada nama Indonesia salah satunya?.
Baca Juga: 10 Negara dengan Utang Terbesar ke China, Nomor 1 Kekayaan Tambangnya Dikuasai
Pada tahun 2022 lalu, IMF sudah mengucurkan dana talangan kepada 15 negara yang nilainya mencapai USD7,15 miliar atau setara Rp106,2 triliun dengan kurs rupiah saat ini (Rp14.857 per USD). Sehingga total dari 94 negara pada tahun 2022 yang punya utang ke IMF nilainya tembus USD112,8 miliar yang setara Rp1.675,9 triliun.
Baca Juga: 28 Negara Antre Jadi Pasien IMF, Wapres: Mudah-mudahan Indonesia Tidak
Dalam situs resminya, IMF mengatakan prospek pertumbuhan ekonomi global yang semula diperkirakan lebih baik berubah engan cepat menjadi kekhawatiran setelah invasi Rusia ke Ukraina
Menurut IMF, inflasi juga terus menanjak di banyak negara. Kenaikan terutama terjadi pada harga makanan dan energi. IMF menyebut, faktor tersebut membebani pertumbuhan ekonomi dan meredupkan prospek ekonomi ke depan.
Lembaga ini memperkirakan ekonomi global hanya akan tumbuh 2,7% pada tahun ini. IMF bahkan memperkirakan, sepertiga ekonomi dunia akan mengalami resesi. Menurut IMF, ratusan juta orang di dunia juga akan merasakan kondisi ekonomi seperti mengalami resesi meski ekonomi negaranya masih tumbuh.
Pada akhir 2022, Kenya memiliki utang sebesar USD1,7 miliar kepada IMF. Sedangkan untuk tahun 2023, IMF belum lama ini mengatakan pihaknya telah menyetujui pinjaman sebesar USD1 miliar untuk Kenya, sebuah negara Afrika Timur yang sedang menghadapi kesulitan likuiditas dan ekonomi.
Ekonomi Kenya dibebani oleh utang negera sebesar USD70 miliar dan devaluasi tajam mata uangnya, shilling terhadap dolar.
Dalam upaya untuk mengurangi utangnya, pemerintaham Presiden William Ruto telah menyiapkan anggaran termasuk pajak baru yang diperkirakan akan meningkatkan 289 miliar shilling (setara 2 miliar euro) untuk melengkapi anggaran 3,6 triliun shilling (24 miliar euro) yang direncanakan untuk 2023-24.
Baca Juga: 10 Negara dengan Utang Terbesar ke China, Nomor 1 Kekayaan Tambangnya Dikuasai
Pada tahun 2022 lalu, IMF sudah mengucurkan dana talangan kepada 15 negara yang nilainya mencapai USD7,15 miliar atau setara Rp106,2 triliun dengan kurs rupiah saat ini (Rp14.857 per USD). Sehingga total dari 94 negara pada tahun 2022 yang punya utang ke IMF nilainya tembus USD112,8 miliar yang setara Rp1.675,9 triliun.
Baca Juga: 28 Negara Antre Jadi Pasien IMF, Wapres: Mudah-mudahan Indonesia Tidak
Dalam situs resminya, IMF mengatakan prospek pertumbuhan ekonomi global yang semula diperkirakan lebih baik berubah engan cepat menjadi kekhawatiran setelah invasi Rusia ke Ukraina
Menurut IMF, inflasi juga terus menanjak di banyak negara. Kenaikan terutama terjadi pada harga makanan dan energi. IMF menyebut, faktor tersebut membebani pertumbuhan ekonomi dan meredupkan prospek ekonomi ke depan.
Lembaga ini memperkirakan ekonomi global hanya akan tumbuh 2,7% pada tahun ini. IMF bahkan memperkirakan, sepertiga ekonomi dunia akan mengalami resesi. Menurut IMF, ratusan juta orang di dunia juga akan merasakan kondisi ekonomi seperti mengalami resesi meski ekonomi negaranya masih tumbuh.
Daftar 10 negara dengan utang terbesar kepada IMF:
10. Kenya
Utang: USD1.766.686.300Pada akhir 2022, Kenya memiliki utang sebesar USD1,7 miliar kepada IMF. Sedangkan untuk tahun 2023, IMF belum lama ini mengatakan pihaknya telah menyetujui pinjaman sebesar USD1 miliar untuk Kenya, sebuah negara Afrika Timur yang sedang menghadapi kesulitan likuiditas dan ekonomi.
Ekonomi Kenya dibebani oleh utang negera sebesar USD70 miliar dan devaluasi tajam mata uangnya, shilling terhadap dolar.
Dalam upaya untuk mengurangi utangnya, pemerintaham Presiden William Ruto telah menyiapkan anggaran termasuk pajak baru yang diperkirakan akan meningkatkan 289 miliar shilling (setara 2 miliar euro) untuk melengkapi anggaran 3,6 triliun shilling (24 miliar euro) yang direncanakan untuk 2023-24.
Lihat Juga :