10 Negara Pasien IMF dengan Utang Terbesar, Bagaimana Indonesia?

Minggu, 28 Mei 2023 - 12:58 WIB

5. Pakistan

Utang: USD5.722.166.668

Selanjutnya ada Pakistan yang memiliki utang terbesar kelima dengan IMF, mencapai USD5,7 miliar. Pada Agustus 2022, IMF memperpanjang 1,1 miliar dolar AS ke negara Asia Selatan itu sebagai bagian dari program USD6,5 miliar yang disepakati kembali pada Juli 2019.

Efek dari perang di Ukraina dan tantangan domestik, Pakistan telah menghadapi krisis neraca pembayaran akut. Negara ini telah meminta pendanaan IMF sebesar USD1,1 miliar untuk menyelesaikan krisis, tetapi pembebasannya telah ditunda selama berbulan-bulan. IMF telah menyerukan jaminan pendanaan lebih lanjut sebelum menyetujui paket tersebut.

4. Ekuador

Utang: USD6.096.350.000

Ekuador adalah debitur terbesar keempat IMF, dengan total utang sebesar USD6,09 miliar. Pada akhir 2022, Ekuador menerima sekitar 700 juta dolar AS dari IMF, sehingga menyelesaikan program pinjaman 6,5 miliar dolar AS yang disepakati pada September 2020. Ini adalah program IMF pertama yang diselesaikan oleh Ekuador dalam lebih dari dua dekade.

3. Ukraina

Utang: USD7.608.294.171

Ukraina menjadi negara ketiga yang memiliki utang terbesar kepada IMF mencapai USD7 miliar, meski tidak ada utang baru pada tahun lalu. IMF dalam keterangan di situsnya menjelaskan, prospek pertumbuhan ekonomi global tahun ini telah melambat secara luas pada tahun 2022. Berbagai indikator menunjukkan kondisi perekonomian dunia semakin tidak stabil.

2. Mesir

Utang: USD13.494.320.004

Negara yang memiliki utang terbesar kedua kepada IMF adalah Mesir mencapai USD13,5 miliar. Negeri Piramida ini juga memperoleh tambahan dana talangan mencapai USD261,13 pada tahun lalu, sekaligus membayar utang USD238,79 miliar.

1. Argentina

Utang: USD34.215.927.500

Berdasarkan data outstanding kredit anggota IMF hingga 30 Desember 2022, Argentina memiliki utang paling banyak mencapai USD34,21 miliar. Argentina juga mendapatkan tambahan dana talangan paling besar mencapai USD4,5 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!