Pakai Aplikasi Digital, UMKM Pengolah Ikan Lebih Disiplin Kelola Keuangan
Senin, 29 Mei 2023 - 21:04 WIB
Aplikasi PARI (Pasar Rakyat Indonesia) merupakan platform market place komoditas pangan yang berfungsi menjadi tempat jual beli komoditas secara daring (online). Foto/SINDOnews/Wasis Wibowo
CIKAMPEK - Digitalisasi transaksi keuangan ternyata memberikan dampak positif bagi Kelompok Pengolah Pemasar (Poklahsar) Pindang dan Bandeng Presto Raosna yang memiliki 1.200 anggota.
Teknologi digital keuangan membuat klaster Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengolah ikan asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini menjadi disiplin dan kompak dalam mengelola transaksi dan kredit.
Salah satu teknologi digital keuangan yang digunakan kelompok Pindang dan Bandeng Presto Raosna adalah aplikasi Pasar Rakyat Indonesia (PARI).
Sederhananya, PARI merupakan platform market place komoditas pangan yang berfungsi menjadi tempat jual beli komoditas secara daring (online).
Ketua Kelompok Pindang dan Bandeng Presto Raosna, Muhidi (50) mengungkapkan, aplikasi PARI digunakan untuk membeli ikan segar sebagai bahan baku untuk membuat pindang dan presto. Melalui aplikasi PARI mereka mendapat dana talangan untuk membeli ikan segar dalam jumlah yang besar.
“Kami bisa meminjam Rp1 miliar untuk membeli ikan sebanyak 17 ton untuk kebutuhan anggota. Jadi (aplikasi) PARI sangat membantu kelompok kami mendapatkan dana untuk modal awal membeli ikan,” kata Muhidi saat acara Panen Hadiah Simpedes di Kantor BRI Cabang Cikampek, Sabtu (27/5/2023).
Teknologi digital keuangan membuat klaster Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengolah ikan asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini menjadi disiplin dan kompak dalam mengelola transaksi dan kredit.
Salah satu teknologi digital keuangan yang digunakan kelompok Pindang dan Bandeng Presto Raosna adalah aplikasi Pasar Rakyat Indonesia (PARI).
Sederhananya, PARI merupakan platform market place komoditas pangan yang berfungsi menjadi tempat jual beli komoditas secara daring (online).
Ketua Kelompok Pindang dan Bandeng Presto Raosna, Muhidi (50) mengungkapkan, aplikasi PARI digunakan untuk membeli ikan segar sebagai bahan baku untuk membuat pindang dan presto. Melalui aplikasi PARI mereka mendapat dana talangan untuk membeli ikan segar dalam jumlah yang besar.
“Kami bisa meminjam Rp1 miliar untuk membeli ikan sebanyak 17 ton untuk kebutuhan anggota. Jadi (aplikasi) PARI sangat membantu kelompok kami mendapatkan dana untuk modal awal membeli ikan,” kata Muhidi saat acara Panen Hadiah Simpedes di Kantor BRI Cabang Cikampek, Sabtu (27/5/2023).
Lihat Juga :