Ini Beberapa Catatan Penting Hasil Eurasian Economic Forum II
Selasa, 30 Mei 2023 - 12:17 WIB
"Semua berusaha untuk membangun arsitektur hubungan ekonomi internasional yang baru dan lebih adil, untuk berkontribusi pada proses global, dan untuk memperluas jaringan kemitraan atas dasar saling menguntungkan, menghormati, dan mempertimbangkan kepentingan satu sama lain," kata Putin.
Mikhail Myasnikovich melengkapi bahwa faktor kunci untuk pembangunan di masa depan adalah aktivitas investasi. Ada kebutuhan untuk program substitusi impor yang menyeluruh. Kedaulatan teknologi membutuhkan penyelesaian tugas-tugas berskala besar untuk pengembangan elektronik, teknik mesin-peralatan, pembuatan obat-obatan, penciptaan perusahaan kimia dan biologi, dan teknologi tinggi.
"Kita harus menentukan sumber-sumber pembiayaan dan mekanisme motivasi untuk mencapai tujuan ini," tandasnya.
Eurasian Economic Forum dihadiri oleh lebih dari 2.700 peserta dan perwakilan media dari Rusia, serta 59 negara dan wilayah. Selain dihadiri para petinggi negara yang berkepentingan, Forum ini juga dihadiri sejumlah menteri, seperti Menteri Energi Federasi Rusia Nikolay Shulginov, Menteri Energi Republik Kazakhstan Almasadam Satkaliyev, Menteri Energi Republik Kyrgyz Taalaibek Ibraev, Menteri Tenaga Kerja, Jaminan Sosial dan Migrasi Republik Kyrgyz Kudaibergen Bazarbaev, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Republik Kyrgyzstan Daniyar Amangeldiev, dll.
Baca juga: Nahas! Bocah di Pemalang Tewas Tenggelam saat Hendak Tolong Teman yang Hanyut di Sungai Comal
Indonesia merupakan negara mitra forum dengan serangkaian acara EEF 2023 yang menampilkan partisipasi perwakilan otoritas negara dan komunitas bisnis. Para peserta Business Dialogue EAEU–Indonesia mempertimbangkan tugas-tugas prioritas untuk memperdalam kerja sama dan membahas penciptaan infrastruktur yang berkelanjutan, peningkatan rantai pasokan, pengembangan inisiatif digital, dan penghapusan hambatan perdagangan non-tarif. Dialog bisnis dilanjutkan dalam business breakfast dan acara B2B dengan networking session dan pertemuan bilateral antar perusahaan.
Mikhail Myasnikovich melengkapi bahwa faktor kunci untuk pembangunan di masa depan adalah aktivitas investasi. Ada kebutuhan untuk program substitusi impor yang menyeluruh. Kedaulatan teknologi membutuhkan penyelesaian tugas-tugas berskala besar untuk pengembangan elektronik, teknik mesin-peralatan, pembuatan obat-obatan, penciptaan perusahaan kimia dan biologi, dan teknologi tinggi.
"Kita harus menentukan sumber-sumber pembiayaan dan mekanisme motivasi untuk mencapai tujuan ini," tandasnya.
Eurasian Economic Forum dihadiri oleh lebih dari 2.700 peserta dan perwakilan media dari Rusia, serta 59 negara dan wilayah. Selain dihadiri para petinggi negara yang berkepentingan, Forum ini juga dihadiri sejumlah menteri, seperti Menteri Energi Federasi Rusia Nikolay Shulginov, Menteri Energi Republik Kazakhstan Almasadam Satkaliyev, Menteri Energi Republik Kyrgyz Taalaibek Ibraev, Menteri Tenaga Kerja, Jaminan Sosial dan Migrasi Republik Kyrgyz Kudaibergen Bazarbaev, Menteri Ekonomi dan Perdagangan Republik Kyrgyzstan Daniyar Amangeldiev, dll.
Baca juga: Nahas! Bocah di Pemalang Tewas Tenggelam saat Hendak Tolong Teman yang Hanyut di Sungai Comal
Indonesia merupakan negara mitra forum dengan serangkaian acara EEF 2023 yang menampilkan partisipasi perwakilan otoritas negara dan komunitas bisnis. Para peserta Business Dialogue EAEU–Indonesia mempertimbangkan tugas-tugas prioritas untuk memperdalam kerja sama dan membahas penciptaan infrastruktur yang berkelanjutan, peningkatan rantai pasokan, pengembangan inisiatif digital, dan penghapusan hambatan perdagangan non-tarif. Dialog bisnis dilanjutkan dalam business breakfast dan acara B2B dengan networking session dan pertemuan bilateral antar perusahaan.
(uka)
Lihat Juga :