Turis Asing Berulah di Bali, Partai Perindo: Perlu Aturan Bijak yang Tak Ganggu Promosi Pariwisata

Selasa, 30 Mei 2023 - 18:11 WIB
"Tentu kita perlu komunikasikan kepada wisatawan mancanegara the do's and the don'ts, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di masing-masing destinasi wisata di Indonesia. Tapi harap itu dilakukan dengan hati-hati dan bijak, agar tetap mendukung upaya promosi pariwisata. Karena untuk kawasan regional, pariwisata kita bersaing dengan Thailand, Malaysia dan Singapura untuk mendatangkan wisatawan mancanegara," kata Yerry, Selasa (30/5/2023).

Yerry melanjutkan, dalam menyikapi hal tersebut sebaiknya tidak over reaktif, jangan sampai satu orang gila yang kasusnya bisa di 'localize,' bisa merusak promosi pariwisata Indonesia.

Menurutnya, untuk konteks Bali, peran para pecalang, petugas adat di tingkat banjar, atau desa adat di Bali cukup untuk mengamankan kasus-kasus seperti ini.

"Apalagi di Bali ada polisi khusus untuk pariwisata. Seharusnya jika pecalang maksimal jalankan tugasnya, wisatawan stres yang telanjang itu sudah bisa dicegah sebelum masuk ke arena pertunjukan tari," ujar politisi Partai Perindo -- yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu.

Menurut politisi Partai Perindo yang sedang menyelesaikan studi doktoral di Universitas Indonesia (UI) dengan disertasi tentang pariwisata berkelanjutan ini mengatakan, pariwisata Indonesia sedang "berperang" dengan pesaingnya di Asia Tenggara yaitu Thailand dan Malaysia.

Masing-masing negara secara proaktif mempromosikan bahwa negaranya paling indah dan nyaman dikunjungi, bebas dari ancaman hukuman apalagi kriminalisasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!