Kerugian Grab Turun 43 Persen, Begini Strateginya
Selasa, 30 Mei 2023 - 18:13 WIB
Seperti diketahui, Grab saat ini beroperasi di 8 negara Asia Tenggara. Dua penyumbang pendapatan terbesar Grab masih berasal dari pasar Singapura dan Malaysia. Indonesia jadi penyumbang pendapatan terbesar ketiga.
Sementara Gojek, saat ini beroperasi di empat negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Per kuartal I 2023 pendapatan Gojek dari 4 negara tersebut Rp3,3 triliun, tumbuh sekitar 123% (yoy).
Fendi Susiyanto, pengamat pasar modal dan CEO Finvesol Consulting mengatakan, saat ini perusahaan teknologi memang berusaha keras untuk memangkas kerugian dengan menggenjot pendapatannya. Untuk itu, berbagai cara dilakukan agar dapat meningkatkan pendapatan.
Seperti yang dilakukan oleh Grab misalnya. Kenaikan pendapatan tersebut menurut dia dikarenakan Grab berhasil menurunkan sejumlah biaya-biaya. Di antaranya mengurangi insentif pada mitra ataupun konsumen. Langkah itu dapat dilihat dari insentif untuk mitra yang turun 22% dari sebelumnya USD216 juta menjadi USD169 juta (yoy). Begitu pun dengan insentif kepada konsumen dari sebelumnya USD344 juta menjadi USD222 juta atau turun 36% (yoy).
Fendi menjelaskan, pendapatan yang diperoleh dari perusahaan teknologi atau transportasi online itu adalah setelah dikurangi oleh pendapatan mitra ekosistem. Biasanya di perusahaan teknologi, pendapatan mitra ekosistem dihitung sebagai Gross Merchandise Value (GMV) atau Gross Transaction Value (GTV).
Sementara Gojek, saat ini beroperasi di empat negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Per kuartal I 2023 pendapatan Gojek dari 4 negara tersebut Rp3,3 triliun, tumbuh sekitar 123% (yoy).
Fendi Susiyanto, pengamat pasar modal dan CEO Finvesol Consulting mengatakan, saat ini perusahaan teknologi memang berusaha keras untuk memangkas kerugian dengan menggenjot pendapatannya. Untuk itu, berbagai cara dilakukan agar dapat meningkatkan pendapatan.
Seperti yang dilakukan oleh Grab misalnya. Kenaikan pendapatan tersebut menurut dia dikarenakan Grab berhasil menurunkan sejumlah biaya-biaya. Di antaranya mengurangi insentif pada mitra ataupun konsumen. Langkah itu dapat dilihat dari insentif untuk mitra yang turun 22% dari sebelumnya USD216 juta menjadi USD169 juta (yoy). Begitu pun dengan insentif kepada konsumen dari sebelumnya USD344 juta menjadi USD222 juta atau turun 36% (yoy).
Fendi menjelaskan, pendapatan yang diperoleh dari perusahaan teknologi atau transportasi online itu adalah setelah dikurangi oleh pendapatan mitra ekosistem. Biasanya di perusahaan teknologi, pendapatan mitra ekosistem dihitung sebagai Gross Merchandise Value (GMV) atau Gross Transaction Value (GTV).
Lihat Juga :