10 Negara yang Gagal Bayar Utang, Nomor 3 Bawa-bawa China

Rabu, 31 Mei 2023 - 14:38 WIB
7. Mesir

Mesir telah mengalami pukulan ganda dari pandemi dan melonjaknya harga makanan dan energi. Negeri Piramida itu telah berjuang dalam beberapa tahun terakhir untuk menahan beban utang dan pembayaran utang yang meningkat.

Kairo akhirnya mendapatkan persetujuan IMF untuk paket dukungan baru senilai USD3 miliar. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Mesir berkomitmen pada mata uang yang fleksibel, peran yang lebih besar untuk sektor swasta, dan serangkaian reformasi moneter dan fiskal.

Mesir telah mengalami tiga devaluasi yang cukup besar sejak Maret 2022, melemahkan mata uangnya hampir 50% selama 12 bulan terakhir. Langkah itu menyakitkan bagi 104 juta penduduknya karena inflasi yang naik hingga hampir 26%--tertinggi dalam lima tahun dan kemungkinan akan meningkatkan biaya pinjaman.

8. Tunisia

Tunisia menderita krisis keuangan terburuk yang menyebabkan kekurangan bahan makanan pokok dan mencari pinjaman IMF USD1,9 miliar sebagai imbalan atas reformasi yang tidak populer, termasuk memotong subsidi makanan dan energi. IMF kemudian menangguhkan program pinjaman Tunisia yang dijadwalkan pada 19 Desember karena penundaan reformasi.

9. Malawi

Malawi telah mengalami kekurangan devisa yang parah dalam beberapa bulan terakhir dan berusaha merestrukturisasi utangnya untuk mendapatkan lebih banyak dana dari IMF, lembaga yang menyetujui dana darurat untuk negara yang bergantung pada donor itu pada November.

Baca juga: Pembaruan WhatsApp, Ini 4 Fitur Baru yang Akan Hadir

10. El Savador

El Salvador menyelesaikan rintangan pembayaran obligasi USD600 juta pada Januari kemarin. Tetapi kekhawatiran atas sumber pembiayaan dan kebijakan fiskalnya serta meningkatnya defisit neraca berjalan telah membuat obligasi El Savador tenggelam ke dalam wilayah yang sangat tertekan. Langkah negara Amerika Tengah untuk membuat tender legal bitcoin pada September 2021 secara efektif menutup pintu bagi potensi pembiayaan IMF.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!