Kepercayaan Masyarakat Rendah, Penetrasi Asuransi Minim

Jum'at, 24 Juli 2020 - 12:33 WIB
(Baca Juga: Viral! Keluhan Nasabah Tak Bisa Cairkan Asuransi Pendidikan Setelah 17 Tahun)

Hal itu, kata dia, tampak dari jumlah penduduk dan kelas menengah Indonesia yang besar, namun penetrasi asuransi cukup rendah. Kedua, maraknya kasus di industri perasuransian yang bahkan melibatkan perusahaan-perusahaan besar. "Hal ini berpotensi menyebabkan trauma bagi masyarakat," ujarnya.

Tantangan ketiga, lanjut dia, adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Agen perusahaan asuransi, tegas Aviliani, harus mampu menjelaskan skema-skema asuransi, baik manfaat maupun risikonya secara sederhana. Menurut dia, selama ini, yang disampaikan ke nasabah lebih kepada manfaat, sementara risikonya ditutup-tutupi.

Keempat, kesempatan investasi. "Asuransi bukan hanya menyediakan skema kesehatan maupun jiwa tetapi juga untuk investasi. Maka dari itu, sebaiknya masyarakat perlu disosialisasikan lebih lanjut apa saja benefit yang didapat dari berasuransi," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!