BRICS dan Iran Makin Lengket, Perdagangan Keduanya Tembus Rp442,2 Triliun
Sabtu, 10 Juni 2023 - 07:27 WIB
Baca Juga: 19 Negara Ingin Gabung BRICS, Fenomena Melawan Hegemoni Amerika Cs
Pada Juni 2022, Iran mengajukan permohonan untuk menjadi anggota BRICS, dengan mengatakan hal itu "akan menghasilkan nilai tambah bagi kedua belah pihak."
Sementara itu data Bea Cukai menunjukkan bahwa perdagangan barang selain minyak mentah antara Iran dan anggota blok BRICS mencapai hampir 48 juta ton pada tahun fiskal 2022-2023, mewakili peningkatan 14% dalam hal nilai.
China tetap menjadi mitra dagang utama Iran dalam kelompok BRICS, dengan perdagangan antara kedua negera naik 37,41% selama periode tersebut. India berada di urutan kedua dengan perdagangan naik hampir 47%, dan Rusia berada di tempat ketiga (naik 3,59%).
Sedangkan perdagangan dengan Brasil telah menurun, baik dalam bobot maupun nilai. Afrika Selatan selanjutnya jadi mitra dagang utama Iran di benua Afrika, dengan perdagangan bilateral naik lebih dari 23%.
Pada Juni 2022, Iran mengajukan permohonan untuk menjadi anggota BRICS, dengan mengatakan hal itu "akan menghasilkan nilai tambah bagi kedua belah pihak."
Sementara itu data Bea Cukai menunjukkan bahwa perdagangan barang selain minyak mentah antara Iran dan anggota blok BRICS mencapai hampir 48 juta ton pada tahun fiskal 2022-2023, mewakili peningkatan 14% dalam hal nilai.
China tetap menjadi mitra dagang utama Iran dalam kelompok BRICS, dengan perdagangan antara kedua negera naik 37,41% selama periode tersebut. India berada di urutan kedua dengan perdagangan naik hampir 47%, dan Rusia berada di tempat ketiga (naik 3,59%).
Sedangkan perdagangan dengan Brasil telah menurun, baik dalam bobot maupun nilai. Afrika Selatan selanjutnya jadi mitra dagang utama Iran di benua Afrika, dengan perdagangan bilateral naik lebih dari 23%.
Lihat Juga :