Alamak! Luhut Bakal Batasi Penggunaan Kendaraan Berbasis BBM
Senin, 12 Juni 2023 - 20:41 WIB
Menko Luhut menyebut pemerintah akan membatasi kendaraan berbasis BBM. Foto/Dok
JAKARTA - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai (EV Battery) di dalam negeri. Berbagai kebijakan pun ditempuh otoritas, salah satunya dengan membatasi penggunaan kendaraan roda dua dan empat berbasis bahan bakar minyak ( BBM ).
Baca juga: Menperin Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Pengguna Kendaraan BBM ke Listrik
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pemerintah akan membatasi dan mempersulit penggunaan kendaraan berban bakar fosil. Aksi ini pun dilakukan secara bertahap.
"Kita juga secara bertahap akan mulai mempersulit, ya tanda kutip, mobil-mobil combation (konvensional)," ujar Luhut saat Launching Battery Asset Management Services, Senin (12/6/2023).
Menurutnya, pembatasan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan memasifkan penggunaan kendaraan listrik mampu memperbaiki indek kualitas udara di kota-kota besar, salah satunya DKI Jakarta.
"Dengan demikian, air quality Jakarta bisa lebih baik, sehingga keluarga kita akan mendapat air quality seperti mungkin di negara tetangga," ucap dia.
Baca juga: Menperin Akui Butuh Waktu untuk Alihkan Pengguna Kendaraan BBM ke Listrik
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pemerintah akan membatasi dan mempersulit penggunaan kendaraan berban bakar fosil. Aksi ini pun dilakukan secara bertahap.
"Kita juga secara bertahap akan mulai mempersulit, ya tanda kutip, mobil-mobil combation (konvensional)," ujar Luhut saat Launching Battery Asset Management Services, Senin (12/6/2023).
Menurutnya, pembatasan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan memasifkan penggunaan kendaraan listrik mampu memperbaiki indek kualitas udara di kota-kota besar, salah satunya DKI Jakarta.
"Dengan demikian, air quality Jakarta bisa lebih baik, sehingga keluarga kita akan mendapat air quality seperti mungkin di negara tetangga," ucap dia.
Lihat Juga :