Bahlil Sebut Ekonomi Global Sedang Tidak Baik-baik Saja, Begini Sebabnya

Senin, 19 Juni 2023 - 18:31 WIB
"Indonesia kena dalam konteks (perang) Ukraina sama Rusia. Harga minyak kita dari 2022 APBN itu hanya USD63 sampai USD70 per barel, begitu perang (Ukraina-Rusia) naik harganya USD100 sampai USD120 per barel," ungkap Bahlil.

Baca Juga: Bahlil Ungkap Alasan Investor Jadikan Singapura Hub Sebelum Investasi di RI

Bahlil menjelaskan, konsumsi minyak Indonesia dalam satu hari mencapai 1,5 juta barel, sedangkan Indonesia hanya mampu memproduksi minyak sebanyak 700 ribu barel per hari yang menyebabkan Indonesia harus impor sebanyak 800 ribu barel per hari untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri.

Tak hanya minyak, harga gandum juga mengalami lonjakan akibat dari perang antara Ukraina dan Rusia, padahal 100% gandum yang ada di Indonesia merupakan hasil dari impor. "Kita impor 100%, enggak ada memang gandum tumbuh di Indonesia," tuturnya.

Bahlil mengungkapkan, saat ini yang perlu diantisipasi oleh Indonesia adalah potensi ketegangan politik antara Taiwan dan China di Laut China. "Mudah-mudahan ini tidak terjadi, karena kalau ini terjadi akan berdampak langsung kepada pertumbuhan ekonomi nasional kita," ucap Bahlil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!