Bos Pertamina Trauma Mau Akuisisi Ladang Migas di Luar Negeri, Ada Apa?

Minggu, 26 Juli 2020 - 18:38 WIB
Dia menjelaskan akuisisi blok migas di luar negeri pernting dilakukan karena cadangan rasio migas di dalam negeri tinggal tujuh tahun saja. Sebab itu, perseroan terus gencar melakukan akuisisi lapangan migas di luar negeri untuk mencukupi kebutuhan energi domestik.

Pihaknya menyebut saat ini produksi minyak Pertamina baru sebesar 420.000 barel per hari (bph) sedangkan dalam kurun waktu sampai 2028 mendatang ditargetkan bisa mencapai 1 juta bph. Dengan demikian, akuisisi tersebut penting untuk mencapa target tersebut. "Sekalian bocoran saja, memang Pertamina sekarang sedang melakukan akuisisi blok migas di luar negeri untuk meningkatkan RTP kita dan cadangan kita," ungkapnya.

Lihat Juga: Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Bebas dari Tahanan

Namun begitu, Nicke tidak menyebutkan secara detail ladang migas negara mana yang diakuisi. Tapi yang jelas, akuisisi ditargetkan dilakukan tahun ini. Pasalnya jika tidak segera dilakukan akuisisi, maka cadangan migas akan habis dan operasional perusahaan akan terganggu.

"Jadi dengan akuisisi ini langsungn harapannya langsung meningkatkan cadangan dan produksi. Bayangkan saja kalau nggak melakukan atau menemukan cadangan baru atau tidak akuisisi perusahaan migas dengan cadangan besar maka dalam tujuh tahun cadangan ini akan habis," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!